RELUNG.ID – Sudut matanya berkaca-kaca, senyumnya merekah. Bagi Uswatun Hasanah, atau yang akrab disapa Ibu Atun, hari itu menjadi momen yang tak akan pernah ia lupakan.
Setelah lima tahun lamanya memendam rindu, akhirnya ia bisa kembali ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah, untuk merayakan lebaran bersama keluarga tercinta.
Bukan hal yang mudah bagi Ibu Atun, seorang pedagang kopi keliling dan ibu dari dua anak, untuk bisa mudik. Keterbatasan ekonomi menjadi penghalang utama.
Meski telah berusaha keras mengelola usahanya sebagai nasabah PNM Mekaar, biaya mudik tetap menjadi beban yang terlalu berat untuk dipikul.
“Pengen banget pulang, apalagi ibu mertua lagi sakit di kampung. Tapi tiap tahun selalu harus ngalah karena uangnya buat kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Tahun ini, harapan itu akhirnya menjadi nyata. Ibu Atun menjadi salah satu peserta program Mudik Bersama BUMN yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat kecil, khususnya nasabah PNM Mekaar, untuk bisa pulang kampung tanpa harus pusing memikirkan ongkos transportasi.
“Seneng banget akhirnya bisa mudik, semoga program mudik gratis bisa ada terus karena ngebantu banget buat rakyat apalagi pedagang kecil kaya saya,” ucap Ibu Atun.
Program Mudik Bersama BUMN bukan sekadar bantuan transportasi. Ia menjadi simbol nyata kepedulian negara terhadap masyarakat prasejahtera.
Tahun ini, ribuan peserta diberangkatkan dari berbagai daerah untuk kembali ke kampung halaman, membawa serta harapan dan kebahagiaan.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan kehadiran program ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam mendukung para perempuan prasejahtera melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk mudik gratis.
“Bukti BUMN, khususnya PNM, hadir di tengah kebutuhan masyarakat sangat terasa di nuansa mudik seperti ini. Uang yang sudah ditabung untuk membeli tiket bisa dialokasikan untuk hal lain yang tidak kalah bermanfaat,” ujarnya dalam pelepasan peserta mudik di Jakarta, Jumat (28/3/2025).
Ia berharap, inisiatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga seperti Ibu Atun, agar momen lebaran tidak hanya menjadi simbol perayaan, tapi juga momentum berkumpul dan berbagi kasih dengan orang-orang terkasih.
“Semoga Mudik Bersama BUMN dapat memfasilitasi lebaran yang tenang dan menyenangkan di kampung halaman,” tutup Arief. (CKM)

