RELUNG.ID – Masyarakat di Desa Penindaian Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) dibuat resah.
Lantaran, air sungai Sepanas yang biasa digunakan masyarakat mengalami perubahan warna dan berbau.
Diduga hal ini akibat limbah PT Pertamina Geothermal Energy (PGR) Lumut Balai.
“Kondisi air yang berubah keruh dan berbau ini sudah terjadi sejak empat hari lalu,” kata salah satu warga, Jauhar dikutip dari RMOLSumsel, Jumat kemarin (29/3).
Dia tidak mengetahui pasti penyebab perubahan air sungai ini. Namun, kondisi ini membuat mereka kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kalau airnya keruh begini repot, biasa mancing di lokasi sungai ini, jadi takut,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD LSM GRPK RI, Nasihin menyayangkan kondisi air Sungai Sepanas yang terjadi perubahan ini.
Dia menduga, perubahan air Sungai Sepanas ini terjadi akibat beroperasinya PT PGE Lumut Balai.
“Saat ini, warga disekitar sungai ini pun tidak lagi memanfaatkan air sungai ini untuk kebutuhan mereka, karena khawatir akan limbah,” ujarnya.
Nasihin juga berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Enim segera turun ke lokasi begitu juga pihak perusahaan.
Hal ini agar kejadian tersebut tidak berlarut-larut hingga dan segera mendapatkan solusi terbaik.
Dia juga meminta Pemkab dan DPRD Muara Enim segera memanggil perusahaan untuk mengklarifikasi terkait dugaan limbah tersebut.
“Siapapun boleh berinvestasi di kabupaten ini, tapi jangan merusak,” pungkasnya.

