RELUNG.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal Maret 2024, dengan total mencapai 371 kasus. Dari jumlah tersebut, 5 orang dilaporkan meninggal dunia.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, kasus DBD pada awal Maret ini mengalami peningkatan 70 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Januari, hanya tercatat 140 kasus.
“Sejauh tahun 2024, kasus DBD di Palembang sudah mencapai 371 kasus, dengan 5 korban jiwa pada bulan pertama ini,” ujarnya pada Sabtu (2/3/2024).
Yudhi menyebutkan bahwa kasus DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Sukarami dengan 66 kasus, sedangkan yang terendah terjadi di Kecamatan Bukit Kecil Palembang dengan 7 kasus.
“Dari data yang ada, terdapat 191 pasien laki-laki dan 180 pasien perempuan yang terkena DBD di Kota Palembang,” jelasnya.
Selain itu, Yudhi mengungkapkan bahwa dari total korban jiwa DBD pada tahun 2024, 4 di antaranya adalah perempuan dan 1 adalah laki-laki.
“Kasus DBD tahun ini telah mengakibatkan korban jiwa, sehingga penting bagi warga untuk waspada dan tidak menganggap enteng,” tegasnya.
Yudhi meminta masyarakat untuk waspada terhadap penularan DBD, dengan mengenali gejala seperti demam tinggi, nyeri seluruh badan, sakit kepala, dan munculnya bintik-bintik merah di badan.
“Apabila mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama,” pesannya.
Dia juga menekankan bahwa saat ini masih dalam musim hujan, sehingga kewaspadaan terhadap potensi DBD harus ditingkatkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi DBD secara dini karena kasusnya biasanya meningkat saat musim hujan,” ungkapnya.
Untuk mencegah terjadinya DBD, Yudhi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Palembang, termasuk menguras tempat penampungan air dan menutupnya, serta mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebar virus DBD.
“Dengan cara-cara tersebut, kami berharap dapat mencegah kasus DBD di Palembang,” tandasnya. [RG]

