RELUNG.ID – Lonjakan tajam jumlah penumpang kereta api selama libur panjang Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang melakukan penyesuaian layanan. Pada periode 15–18 Januari 2026, okupansi penumpang bahkan melampaui kapasitas yang tersedia.
Puncak kepadatan terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026. Pada hari itu, KAI Divre III Palembang menjual 3.015 tiket atau setara 109 persen dari total kapasitas 2.768 tempat duduk. Pada arus balik Minggu, 18 Januari 2026, angka penjualan tiket juga menembus 102 persen dengan 2.831 penumpang tercatat bepergian menggunakan kereta api.
Tingginya permintaan tersebut mendorong KAI Divre III Palembang menambah satu rangkaian Kereta Eksekutif pada KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau (PP). Penambahan ini meningkatkan kapasitas tempat duduk dari 200 kursi menjadi 250 kursi, khususnya pada layanan kelas eksekutif.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyebut kereta api kini semakin menjadi pilihan utama masyarakat saat libur panjang, baik untuk perjalanan keluarga maupun keperluan pribadi.
“Lonjakan penumpang pada libur panjang kali ini cukup signifikan. Penambahan rangkaian dilakukan agar lonjakan tersebut tetap dapat terlayani dengan aman dan nyaman,” ujar Aida.
Selain KA Sindang Marga, dua kereta lain juga mencatat okupansi maksimal. KA PSO Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau (PP) dan KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang (PP) dipastikan habis terjual untuk seluruh perjalanan selama periode libur panjang.
Data per 14 Januari 2026 menunjukkan, tiket KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau (S1) pada 15 Januari tersisa sekitar 12 persen dari total 430 kursi per hari. Untuk keberangkatan 16 dan 17 Januari, ketersediaan tiket masih relatif longgar, yakni sekitar 70 persen, sedangkan 18 Januari telah ludes terjual.
Sementara itu, untuk perjalanan sebaliknya, Lubuklinggau–Kertapati (S2), tiket keberangkatan 15 Januari habis, sedangkan pada 16 hingga 18 Januari masih tersedia antara 50 hingga 65 persen. (KPB)

