RELUNG.ID — Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami lonjakan signifikan sepanjang 1-10 Agustus 2024. Tercatat sebanyak 183 hotspot, yang menambah total jumlah hotspot sepanjang tahun ini menjadi 1.153 hotspot.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa jumlah hotspot pada Agustus tidak setinggi yang tercatat pada 10 hari terakhir Juli 2024, yang mencapai 332 hotspot. Puncak tertinggi tercatat pada 24 Juli dengan 82 hotspot dalam satu hari.
“Kenaikan jumlah hotspot ini sesuai dengan prediksi BMKG, yang menyatakan bahwa puncak kemarau terjadi pada akhir Juli. Sejak 19 Juli, jumlah hotspot mulai meningkat dan mencapai angka tertinggi pada Juli dengan 530 hotspot,” ujar Sudirman pada Minggu (11/8/2024).
Hotspot yang tercatat pada bulan Agustus tersebar di beberapa wilayah Sumsel, dengan jumlah tertinggi di Muara Enim dan Musi Banyuasin (Muba) masing-masing sebanyak 48 hotspot.
Daerah lainnya yang juga mencatat angka signifikan adalah Banyuasin dengan 22 hotspot, Musi Rawas Utara (Muratara) dengan 21 hotspot, Musi Rawas (Mura) dengan 16 hotspot, dan Lahat dengan 10 hotspot. Sementara lima daerah lainnya, termasuk Palembang, Pagar Alam, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, tercatat masih nol hotspot.
Secara keseluruhan, dari Januari hingga 10 Agustus 2024, hotspot tertinggi di Sumsel tercatat di Muba dengan 261 hotspot, diikuti oleh Muara Enim dengan 194 hotspot, Mura dengan 149 hotspot, dan Muratara dengan 118 hotspot.
Korbid Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Veronica Sinta Andayani, menambahkan bahwa suhu udara di Sumsel berpotensi meningkat seiring dengan musim kemarau yang masih berlangsung. Puncak kemarau diprediksi terjadi hingga akhir Agustus, yang juga mempengaruhi peningkatan jumlah hotspot.
“Suhu udara kemungkinan bisa mencapai 35,5 hingga 36 derajat Celcius. Namun, mencapai 37 derajat Celcius agak sulit karena kemarau ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, hotspot tertinggi di Sumsel tercatat pada 2015 dengan 27.043 hotspot, diikuti oleh 2023 dengan 20.547 hotspot, dan 2019 dengan 17.391 hotspot.
Hingga saat ini, 10 pemerintah daerah di Sumsel telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ke-10 daerah tersebut adalah Pemprov Sumsel, Pemkab Muba, Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, OKU Selatan, OKU, PALI, Muara Enim, dan Mura.[AYK]

