RELUNG.ID – LRT Sumsel mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan selama libur panjang Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila. Dalam kurun waktu tiga hari, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2026, moda transportasi massal ini berhasil mengangkut sebanyak 40.719 penumpang.
Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 13.573 penumpang per hari dan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik di Kota Palembang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan peningkatan jumlah pengguna LRT Sumsel selama libur panjang dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan waktu libur untuk berwisata, berbelanja, hingga menghadiri berbagai kegiatan di pusat kota.
Selain itu, penyelenggaraan Car Free Night (CFN) pada Sabtu malam dan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi turut menjadi faktor pendorong meningkatnya jumlah pengguna LRT Sumsel.
“Kegiatan masyarakat yang terpusat di kawasan perkotaan menjadi salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik, khususnya LRT Sumsel. Selain praktis dan nyaman, LRT Sumsel juga menjadi pilihan masyarakat untuk menghindari kepadatan lalu lintas saat pelaksanaan CFN maupun CFD,” ujar Aida.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama pelaksanaan CFN, operator LRT Sumsel bahkan menambah jumlah perjalanan pada Sabtu malam menjadi 98 perjalanan, atau bertambah empat perjalanan dibandingkan jadwal reguler yang berjumlah 94 perjalanan per hari.
Data operasional menunjukkan Stasiun Asrama Haji masih menjadi stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi selama periode libur panjang. Tercatat sebanyak 8.440 penumpang menggunakan stasiun tersebut.
Sementara Stasiun Ampera menjadi salah satu titik favorit masyarakat karena lokasinya yang berada di pusat aktivitas kota. Banyak pengguna memanfaatkan stasiun ini untuk menikmati suasana CFN, CFD, maupun berkunjung ke kawasan wisata sekitar Jembatan Ampera.
Di urutan berikutnya, Stasiun DJKA mencatat 5.662 penumpang dan menjadi stasiun terpadat ketiga selama periode liburan. Mobilitas tinggi juga terlihat di Stasiun Bumi Sriwijaya yang berada di kawasan pusat perbelanjaan.
Sedangkan Stasiun Bandara mencatat 3.128 penumpang. Angka tersebut menunjukkan peran penting LRT Sumsel sebagai akses transportasi menuju dan dari Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Menurut Aida, tren peningkatan pengguna selama libur panjang menjadi sinyal positif bahwa masyarakat semakin menyadari manfaat transportasi publik sebagai solusi mobilitas yang efisien, aman, dan nyaman.
“Tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan LRT Sumsel menunjukkan bahwa transportasi publik kini semakin menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Selain memberikan kemudahan mobilitas, penggunaan transportasi publik juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas,” pungkasnya. (KPB)

