RELUNG.ID – LRT Sumatera Selatan (Sumsel) terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kini, metode pembayaran non tunai resmi diterapkan di seluruh stasiun LRT Sumsel dengan dukungan mesin EDC (Electronic Data Capture) dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan langkah ini mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna.
“PT KAI Divre III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel (BPKARSS) berkomitmen meningkatkan layanan. Pengguna kini bisa membayar tiket secara non tunai menggunakan kartu elektronik dari Bank Himbara, Bank Daerah, atau melalui QRIS,” ujar Aida.
**Fleksibilitas Pembayaran di Seluruh Stasiun**
Metode pembayaran non tunai ini tersedia di semua 13 stasiun LRT Sumsel. Mesin EDC telah terpasang di enam stasiun utama, yaitu Stasiun Bandara SMB II, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Ampera, Stasiun Polrestabes, dan Stasiun DJKA.
Dengan tarif perjalanan yang tetap terjangkau—Rp5.000 untuk perjalanan antar stasiun non-bandara dan Rp10.000 untuk rute dari atau menuju Stasiun Bandara SMB II—pengguna kini dapat menikmati fleksibilitas dalam memilih metode pembayaran sesuai kebutuhan.
**Peningkatan Jumlah Penumpang**
Sepanjang tahun 2024, LRT Sumsel mencatat lonjakan jumlah penumpang hingga 4.350.217 orang dengan rata-rata harian 12.448 penumpang. Angka ini meningkat 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“LRT Sumsel terus berupaya menjadi moda transportasi yang praktis, nyaman, dan ramah lingkungan. Jam operasional kami mulai pukul 05.06 hingga 20.43 WIB memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk beraktivitas,” kata Aida.
**Komitmen Pelayanan yang Lebih Baik**
Dengan penerapan pembayaran non tunai ini, LRT Sumsel berharap dapat meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mendukung digitalisasi layanan transportasi.
“Kami terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik. Dengan berbagai pilihan pembayaran non tunai, perjalanan menggunakan LRT Sumsel kini semakin mudah dan menyenangkan,” tutup Aida.
Langkah ini diharapkan dapat menjadikan LRT Sumsel sebagai pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi, sekaligus mendukung gaya hidup modern yang efisien dan ramah lingkungan.[AYK]

