RELUNG.ID – Sebuah tanah longsor hampir merenggut nyawa seorang mahasiswi di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (3/5) tengah malam. Saat itu, korban tengah sibuk menyelesaikan tugas akhir skripsinya di rumah yang terletak di RT 04, RW 02.
Aldo, pemilik rumah sekaligus Ketua RT setempat, menceritakan kronologi kejadian. Sekitar pukul 00.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sang adik yang sedang mengetik di ruang tengah rumahnya sempat mengira bajunya basah karena tembok yang bocor. Namun, beberapa saat setelahnya, suara keras terdengar ketika tembok sebelah kiri rumah ambruk, disertai tanah dan air yang mengalir masuk ke ruangan.
“Awalnya dia bilang bajunya basah karena tembok bocor, jadi alat-alat elektronik langsung kami pindahkan. Tak lama kemudian, tembok sebelah kiri ambruk, tanah dan air masuk ke ruangan,” kata Aldo saat ditemui Minggu (4/5).
Beruntung, meski rumah penuh lumpur dan material longsor, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Merasa khawatir dengan potensi bahaya susulan, keluarga segera menghubungi pihak kelurahan dan instansi terkait untuk meminta bantuan.
“Setelah melapor, malam itu juga tim dari BPBD, kelurahan, camat, lurah, hingga Koramil turun ke lokasi. Mereka membantu mengevakuasi barang-barang rumah karena kami khawatir terjadi longsor susulan,” tambah Aldo.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI langsung merespons laporan tersebut. Sebanyak 13 anggota dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan lokasi.
“Kami menerima laporan sekitar tengah malam dan langsung turun ke lapangan. Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban serta barang-barang rumah tangga,” jelas Jaka, Koordinator Tim BPBD.
Jaka juga menyoroti buruknya sistem drainase di kawasan tersebut yang menjadi penyebab utama longsor. “Air hujan yang turun dari dataran tinggi tidak punya saluran pembuangan yang memadai, sehingga langsung menghantam rumah warga,” ujarnya.
Selain itu, kondisi geografis kawasan yang berada di lereng bukit memperbesar risiko longsor, terutama saat hujan deras.
“Hujan lebat membuat air meresap ke tanah dan menekan lereng. Tanpa saluran pelepas air, tanah pun menjadi lebih mudah bergerak dan menyebabkan longsor,” tutupnya. (KJR)

