RELUNG.ID – Kota Palembang dikenal dengan kekayaan kulinernya, terutama kue-kue tradisional yang selalu hadir di setiap perayaan, termasuk Idul Fitri. Salah satu inovasi terbaru yang tengah mencuri perhatian adalah MakJo, perpaduan unik antara kue Maksuba dan Kojo.
MakJo diperkenalkan oleh Mega, pemilik usaha Mega Cake yang berlokasi di Jalan Sukabangun 2, Palembang. Dengan memadukan tekstur lembut dan legit khas Maksuba dengan aroma pandan dari Kojo, MakJo langsung mendapat tempat di hati para pecinta kuliner.
Mega Cake telah lama menjadi rujukan utama bagi warga Palembang yang mencari kue tradisional berkualitas. Mega, sang pemilik, menekankan bahwa kunci kesuksesan usahanya adalah konsistensi rasa dan bahan berkualitas tinggi.
“Kami selalu memastikan kualitas kue tetap terjaga. Dengan begitu, pelanggan tetap setia dan tidak kecewa,” ujar Mega.
Menjelang Idul Fitri, Mega Cake mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Bahkan, untuk kue Maksuba saja, produksi bisa mencapai 2000 loyang per hari demi memenuhi pesanan pelanggan.
MakJo hadir sebagai alternatif menarik bagi pencinta kue tradisional yang menginginkan sesuatu yang berbeda.
“MakJo ini merupakan kombinasi Maksuba dan Kojo. Maksuba terkenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa legit, sementara Kojo memiliki aroma pandan yang khas. Ketika dipadukan, hasilnya adalah kue dengan cita rasa yang lebih kaya,” jelas Mega.
Karena inovasi ini, MakJo langsung menjadi primadona di kalangan pelanggan. Tekstur lembut Maksuba yang berpadu dengan wangi pandan Kojo membuatnya semakin menggugah selera.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Lebaran, Mega Cake kebanjiran pesanan. Tak hanya MakJo, berbagai varian kue lain seperti *Maksuba Keju, Kue 8 Jam, Lapis Kojo, Engkak Ketan, dan Lapis Legit Prunes* juga banyak diminati.
Untuk memudahkan pelanggan, Mega Cake juga menyediakan paket mix, yaitu satu loyang berisi beberapa jenis kue, dengan harga berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp150 ribu.
“Pelanggan banyak yang memilih paket mix karena bisa menikmati beberapa jenis kue dalam satu loyang,” tambah Mega.
Kuliner khas Palembang terus berkembang, tak hanya pempek dan pindang, tetapi juga kue-kue tradisional yang semakin bervariasi. Inovasi seperti MakJo membuktikan bahwa kue tradisional bisa tetap relevan dan bahkan berpotensi menembus pasar nasional maupun internasional.
“Kami ingin kue khas Palembang, terutama MakJo, bisa lebih dikenal luas, tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujar Mega.
Bagi yang ingin mencicipi langsung, Mega Cake di Jalan Sukabangun 2 Palembang adalah tempat yang tepat. Namun, dengan resep di atas, Anda juga bisa mencoba membuat MakJo sendiri di rumah dan menikmati kelezatan khas Palembang ini.
Bagi yang ingin mencoba membuat MakJo sendiri, berikut adalah resepnya:
Bahan-bahan:
– 30 butir telur bebek
– 500 gram gula pasir
– 400 gram mentega
– 1 kaleng susu kental manis
– 1 sdt vanili bubuk
– 200 ml air pandan suji
– 1 sdm tepung terigu (opsional)
Cara Membuat:
1. Kocok telur dan gula hingga mengembang.
2. Tambahkan susu kental manis, vanili, dan air pandan suji. Aduk rata.
3. Masukkan tepung terigu jika ingin tekstur lebih stabil.
4. Lelehkan mentega, lalu campurkan ke dalam adonan.
5. Tuang adonan sedikit demi sedikit ke dalam loyang, panggang lapis demi lapis hingga kecokelatan.
6. Setelah semua lapisan matang, panggang kembali sebentar agar permukaannya matang sempurna.
7. Dinginkan sebelum disajikan.
Dengan inovasi seperti MakJo, kuliner tradisional Palembang semakin berkembang dan siap merajai pasar kuliner Indonesia!. [THQ]

