Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan alasan perayaan tahun baru di Jabodetabek tidak diguyur hujan.
Hal ini dilansir melalui akun resminya BMKG (@infoHmasBMKG), Minggu (1/1).
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut jika operasi Teknologi Modifikasi Cuara (TMP) yang dilakukan sejak tiga hari terakhir, berhasil mencegat cuaca ekstrem dan tinggi intensitas di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Operasi TMC dilakukan BMKG berkolaborasi dengan BRIN, BNPB, TNI AU, Pemprov DKI, Pemprov Jabar, dan Kementerian Perhubungan. TMC ini diterapkan sejak 29 Desember 2022.
Sedikitnya 30 ton NaCL atau garam disemai menggunakan dua pesawat Cassa 212 dan CN 295 dari Skadron Udara 4 Lanud Abduulrachman Saleh, Malang.
“Alhamdulillah, operasi TMC yang digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek dan Jawa barat berjalan sesuai rencana dan bisa dikatakan berhasil, sehingga tidak terjadi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek pada tanggal 30 Desember yang lalu, karena berhasil dikurangi intensitasnya,” ungkap Dwikorita.
Puluhan ton garam itu ditabur di atas perairan Selat Sunda, berdekatan dengan Gunung Krakatau dengan ketinggian 10 ribu kaki. Awan-awan digugurkan dini supaya tidak turun menjadi hujan di permukiman Jabodetabek dan Jawa Barat.

