RELUNG.ID – Samsung mengumumkan kemitraan strategis dengan Alcedis, perusahaan riset klinis berbasis digital.
Hal ini guna memanfaatkan data kesehatan yang dikumpulkan melalui perangkat wearable untuk mendukung penelitian medis dan farmasi.
Melalui kerja sama ini, Samsung akan menyediakan data kesehatan yang diperoleh dari perangkat wearable miliknya, sementara Alcedis bertanggung jawab mengumpulkan, menganalisis, serta menerjemahkan data biometrik tersebut menjadi bukti ilmiah yang dapat digunakan dalam berbagai penelitian klinis.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperluas pemanfaatan teknologi wearable di bidang kesehatan.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan perangkat pemantau kesehatan sehari-hari, data yang dihasilkan dapat menjadi sumber informasi berharga untuk memahami kondisi kesehatan secara berkelanjutan dalam kehidupan nyata.
Namun, tantangan terbesar selama ini adalah mengubah data mentah dari perangkat wearable menjadi informasi yang relevan dan dapat digunakan dalam penelitian medis.
Di sinilah Alcedis mengambil peran utama melalui keahliannya dalam riset klinis berbasis digital.
Dalam kemitraan tersebut, kedua perusahaan akan memanfaatkan sejumlah parameter kesehatan yang telah tervalidasi secara klinis.
Data yang dikumpulkan mencakup hasil analisis impedansi bioelektrik (Bioelectrical Impedance Analysis/BIA), yang digunakan untuk mengukur komposisi tubuh, serta aktivitas elektrodermal (Electrodermal Activity/EDA), yang berkaitan dengan respons fisiologis tubuh terhadap berbagai kondisi.
Selain itu, perangkat wearable Samsung juga mampu mengumpulkan data terkait gangguan kesehatan tertentu, seperti obstructive sleep apnea (OSA) atau apnea tidur obstruktif dan atrial fibrillation (AFib) atau fibrilasi atrium, yang merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung.
Samsung menilai pemanfaatan data kesehatan dari perangkat wearable dapat membantu menghadirkan pendekatan yang lebih efisien dan hemat biaya dalam penelitian klinis.
Dengan pengumpulan data yang berlangsung secara real-time dan berkelanjutan, para peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan pengguna dibandingkan metode penelitian konvensional. (LWM)

