RELUNG.ID- Pasar Cinde, salah satu ikon perbelanjaan legendaris Kota Palembang, kini berubah wujud menjadi kawasan tak terurus yang dipenuhi tanaman liar.
Pembangunan yang dimulai sejak revitalisasi pada tahun 2018 itu kini terbengkalai, menyisakan pemandangan miris di jantung kota.
Gedung yang digadang akan menjadi pusat perbelanjaan modern dengan nama Aldiron Plaza Cinde itu, tak kunjung rampung hingga kini. Proyek ambisius ini justru mangkrak dan menjadi sorotan setelah Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan memulai penyelidikan. Sejumlah pejabat, termasuk mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo, telah dimintai keterangan.
Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi bangunan yang porak-poranda dan nyaris tak dikenali. Rumput dan pohon liar menjalar menutupi bangunan hingga ke tiang pancang yang tersisa, menciptakan kesan ‘hutan rimba’ di tengah kota. Sisa material proyek seperti paku bumi pun tertutup rumput liar.

Bangunan lama Pasar Cinde yang masuk dalam warisan cagar budaya pun tak luput dari kehancuran. Bagian atap bangunan itu dipenuhi lumut dan tampak kusam, mencerminkan ketidakpedulian terhadap sejarah dan identitas kota.
“Sudah lama tidak ada yang kerja di situ,” kata seorang juru parkir yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di sekitar lokasi.
Menurutnya, area proyek kini ditutup rapat menggunakan pagar seng dan tak bisa lagi dimasuki. “Dulu bisa masuk lewat samping, sekarang sudah dikunci semua. Yang kerja juga sudah pulang, katanya ke Lampung,” ujarnya.
Revitalisasi Pasar Cinde yang sejak awal menuai pro dan kontra, kini meninggalkan luka dalam bagi warga Palembang. Tak hanya soal fisik bangunan yang terbengkalai, tetapi juga hilangnya denyut ekonomi dan identitas sejarah kota yang dulu melekat kuat pada pasar tersebut. [DNP]

