RELUNG.ID — Masa berlaku permen semprot yang diduga menyebabkan keracunan pada empat murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 39 di Palembang ternyata telah habis sejak 11 April 2023.
Informasi ini didapat dari laman resmi BPOM cekbpom.pom.go.id dengan nomor registrasi MD266631013261. Produk dengan merk QeQe ini terdaftar oleh PT Aneka Anugrah Abadi Jakarta Barat dan diproduksi di Kabupaten Tangerang, Banten.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, Tedy Wirawan, mengonfirmasi bahwa permen semprot yang dijual di SD Negeri 39 tersebut telah terdaftar. Saat ini, permen semprot tersebut sedang diperiksa di laboratorium, dan hasil pemeriksaan masih ditunggu.
“Sampelnya masih diuji dengan parameter yang sama untuk melihat tingkat cemaran kimia yang terkandung,” kata Tedy, Jumat (2/8/2024).
Tedy menjelaskan, meskipun masa berlaku telah habis, permen semprot tersebut masih diperbolehkan beredar dalam kurun waktu 24 bulan setelah tanggal kedaluwarsa.
“Izin edar masih bisa digunakan paling lama 24 bulan sejak masa habis,” tambahnya.
Dalam insiden tersebut, Tedy menyebutkan ada 14 murid yang mengonsumsi permen semprot, dengan 12 di antaranya mengalami gejala keracunan dan empat dirawat di rumah sakit. Namun, semua murid yang dirawat telah pulih setelah mendapatkan perawatan medis.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, seluruh permen semprot tersebut telah ditarik dari kantin sekolah.
“Pengawasan jajanan di sekolah tetap kami lakukan agar tidak ada lagi bahan yang berbahaya dijual,” kata Tedy.
Sebelumnya, empat murid SD Negeri 39 di Jalan Kapten Marzuki, Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan, dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan permen semprot. Kepala Sekolah SD Negeri 39 Palembang, Mailah, menjelaskan kejadian ini terjadi pada Senin (29/7/2024).
Pada pukul 09.30 WIB, saat jam istirahat, para murid keluar dan jajan di sekitar sekolah. Keempat murid yang keracunan diduga membeli permen semprot yang dijual di sekitar sekolah. Setelah kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran, tiga murid mendadak muntah-muntah dan pingsan.[AYK]

