RELUNG.ID – Direktorat Nasional Pengendalian Manajemen (DNGC) resmi menjatuhi Olympique Lyon sanksi degradasi ke Lique 2.
Hal ini dikarenakan klub elite Prancis ini gagal memperbaiki kondisi finansial mereka yang memburuk.
Dikutip dari L’Equipe, Olympique Lyon ini dianggap melanggar Pasal 11 regulasi keuangan karena gagal menangani utang sebesar 175 juta Euro. Padahal, Lyon berada di posisi keenam klasemen Lique 1.
Atas dasar tersebut, pada November 2024, DNGC pun menjatuhi sanksi kepada klub yang pernah menjuarai liga 1 sebanyak tujuh kali ini.
Posisi Lyon ini rencananya bakal digantikan Stade de Reims yang sebelumnya kalah di final play off promosi melawan Metz.
Menurut Manajemen Lyon, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan kondisi keuangan klub, seperti menjual 45 persen saham Jon Textor di Crystal Palace kepada pemilik New York Jets, Woody Johnson pada akhir pekan lalu.
Selain itu, pemasukan besar juga didapatkan dari transfer pemain muda berbakat mereka dengan nilai 42,5 juta Euro.
Meski demikian, langkah-langkah tersebut belum cukup meyakinkan DNGC. Lyon masih memiliki kesempatan mengajukan banding disertai bukti baru untuk mempertahankan status mereka di Ligue 1.
“Kami telah melakukan berbagai investasi dalam beberapa minggu terakhir. Semuanya baik-baik saja secara finansial,” kata John Textor. (YIP)

