RELUNG.ID – NVIDIA resmi memperkenalkan GeForce RTX 5050, anggota terbaru dan termurah dari lini kartu grafis RTX 50 Series.
Kartu grafis atau VGA card ini dibanderol seharga $249 atau sekitar Rp565.774.
Rencananya VGA card ini hadir atau mulai dijual pada paruh kedua Bulan Juli 2025.
GeForce RTX 5050 menggunakan chip grafis baru, GB207, yang dibangun di atas arsitektur Blackwell. Kartu ini memiliki 2.560 CUDA cores, atau sekitar dua pertiga dari jumlah core yang dimiliki oleh RTX 5060 yang dirilis pada April lalu.
Meski lebih sederhana, RTX 5050 tetap mendukung teknologi terkini berkat kehadiran Tensor core generasi ke-5 dan RT core generasi ke-4.
Dengan spesifikasi tersebut, RTX 5050 mampu mendukung berbagai fitur unggulan NVIDIA seperti DLSS 4 dengan multi-frame generation serta Reflex 2, yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.
GPU ini memiliki clock speed dasar 2,31GHz, dengan boost clock hingga 2,57GHz, serta dilengkapi dengan memori 8GB GDDR6 128-bit. Ini menjadikannya satu-satunya kartu RTX 50 sejauh ini yang tidak menggunakan GDDR7.
Dalam hal konektivitas, RTX 5050 menawarkan 3x DisplayPort 2.1b dan 1x HDMI 2.1b, serta encoder NVENC generasi ke-9 dan decoder NVDEC generasi ke-6.
Kartu ini memiliki TDP sebesar 130W, dan dapat ditenagai melalui konektor 8-pin standar atau kabel PCIe Gen 5 300W ke atas.
Meski NVIDIA tidak merilis model Founders Edition, kartu grafis ini akan tersedia melalui berbagai mitra produsen utama, termasuk ASUS, Colorful, Gainward, Galaxy, GIGABYTE, INNO3D, MSI, Palit, PNY, dan ZOTAC.
NVIDIA mengklaim bahwa RTX 5050 memiliki kinerja rata-rata 60 persen lebih cepat dalam rasterisasi dibandingkan RTX 3050 yang dirilis lebih dari tiga tahun lalu.
Performa keseluruhannya disebut-sebut setara atau sedikit di bawah RTX 4060, menjadikannya pilihan menarik di kelas menengah.
Tak hanya untuk desktop, versi mobile RTX 5050 juga telah diumumkan dan mulai tersedia di laptop-laptop baru yang menargetkan pengguna yang menginginkan performa grafis tinggi dalam bentuk portabel. (LWM)

