Aksi penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Palembang tepatnya di Simpang RK Charitas diwarnai kericuhan. Massa melakukan pemblokiran jalan dengan membakar ban hingga sempat menghadang mobil iring-iringan Wakil Presiden (Wapres) di Palembang.
Berdasarkan pantauan, aksi tersebut mulai memanas sekitar pukul 15.00 WIB. Dimana, dengan membawa ban massa langsung berjalan ke tengah dan membakar ban. Petugas kepolisian yang berjaga pun langsung berusaha memadamkan api dari ban tersebut dengan menggunakan APAR.
Tak hanya itu, sekitar pukul 17.00 WIB beberapa massa menghadang mobil iring-iringan Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin yang akan pulang menuju Bandara SMB II Palembang. Hingga polisi pun harus menangkap beberapa massa aksi tersebut.
Iring-iringan pun kembali berjalan usai tim gabungan, polisi, TNI dan lain sebagainya menghadang para pendemo tersebut.
Dalam kesempatan terpisah, Wapres RI, Ma’ruf Amin mempersilahkan siapa pun untuk menyampaikan aspirasi, diantaranya melalui aksi demo. Karena, Negara Indonesia merupakan negara demokrasi.
“Demo itu bagian dari demokrasi,” katanya
Namun, dia menegaskan dalam menyampaikan aspirasi diharapkan tidak anarkis, serta tidak menimbulkan kericuhan dan kegaduhan. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan aman.
“Pemerintah memberikan kesempatan dalam aturan yang ada dan disepakati,” singkatnya.

