RELUNG.ID – Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) nomor urut tiga, Mawardi Yahya, menyatakan komitmennya untuk menghidupkan kembali pembangunan di Sumsel yang dinilainya stagnan dalam lima tahun terakhir.
Dalam debat perdana Pilgub Sumsel 2024 yang berlangsung Senin (28/10), Mawardi berjanji akan memimpin Sumsel seperti pendahulunya, Syahrial Oesman dan Alex Noerdin, yang menurutnya sukses memajukan daerah.
“Tolong berikan saya kesempatan menjadi gubernur. InsyaAllah, pembangunan di Sumsel akan saya wujudkan,” ujar Mawardi.
Mawardi menyoroti perlunya peran swasta dalam pembangunan infrastruktur Sumsel. Ia menyebut perusahaan tambang dan perkebunan di Musi Banyuasin sebagai contoh pihak yang menghasilkan keuntungan besar dari sumber daya alam Sumsel, namun dinilai belum sepenuhnya berkontribusi bagi masyarakat. Ia berjanji akan meminta komitmen perusahaan-perusahaan ini untuk lebih aktif dalam mendukung pembangunan.
“Sudah banyak perusahaan swasta mendapatkan keuntungan. Sudah saatnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Misi Besar Mawardi: Realisasi Pelabuhan Tanjung Carat
Mawardi menegaskan bahwa salah satu misi utamanya, jika terpilih, adalah merealisasikan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini telah tertunda selama satu dekade, padahal keberadaan pelabuhan internasional akan mendukung hilirisasi kekayaan alam Sumsel dan mengurangi ketergantungan pada pelabuhan di Lampung.
“Tidak memungkinkan lagi kapal-kapal besar masuk ke Pelabuhan Boom Baru. Akibatnya, banyak sumber daya kita lari ke Lampung,” ujar Mawardi.
Dalam visi dan misinya, Mawardi mengajak masyarakat Sumsel untuk bersama-sama menciptakan perubahan demi kemajuan dan kesejahteraan daerah, yang ia yakini dapat terwujud dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. [AYK]

