Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dalam Sepekan, Polda Sumsel Tindak 40 Lokasi Sarang Narkoba

16/10/2026

Bongkar Dugaan Manipulasi Saham, OJK Beri Sanksi Rp2,1 Triliun ke DSSA, BREN dan CUAN

16/10/2026

Lagu Buatan AI di YouTube Music Bakal Diberi Label Khusus

16/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 17 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Medsos Kementerian Serentak Publikasi Capaian Prabowo, Pengamat: Eksposur Tinggi Belum Tentu Dipercaya
Regional

Medsos Kementerian Serentak Publikasi Capaian Prabowo, Pengamat: Eksposur Tinggi Belum Tentu Dipercaya

ADMINBy ADMIN16/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pakar Komunikasi Dr Rahma Shanti Zinaida, M.I.Kom. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penggunaan akun media sosial kementerian dan lembaga secara serentak untuk memublikasikan capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan.

Strategi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan informasi pemerintah, tetapi belum tentu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Pengamat Komunikasi Sumatera Selatan, Dr Rahma Shanti Zinaida, S.Si., M.I.Kom., mengatakan, efektivitas komunikasi pemerintah tidak cukup diukur dari seberapa luas pesan tersebar di media sosial. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana informasi tersebut dapat diverifikasi dan dipercaya publik.

“Penyebaran informasi melalui media sosial memang bisa dilakukan lebih cepat dan dapat meningkatkan visibilitas program pemerintah. Tapi, apakah tingginya eksposur itu otomatis membuat masyarakat lebih percaya? Belum tentu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menanggapi beredarnya surat Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) tertanggal 12 Oktober 2026. Surat bernomor B-108/BKP/D-4/KS.01/10/2026 itu berisi penyampaian dokumen strategi komunikasi agenda setting dua tahun pemerintahan dan permintaan publikasi konten capaian pemerintah secara serentak.

Dalam surat tersebut, kementerian dan lembaga diminta mengunggah konten capaian pemerintah setiap pukul 16.00 WIB selama periode 12–20 Oktober 2026 melalui kanal media sosial masing-masing. Materi publikasi disiapkan secara terpusat oleh Bakom RI.

Instruksi itu ditujukan kepada 73 pimpinan dan pengelola komunikasi di lingkungan kementerian dan lembaga. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menyelaraskan narasi publikasi mengenai capaian dan program prioritas pemerintah.

Rahma mengatakan, media massa dan media sosial seharusnya tidak dipertentangkan karena memiliki fungsi yang berbeda dalam ekosistem komunikasi publik.

“Media massa punya peran dalam verifikasi, pengawasan, dan penyediaan ruang bagi pertanyaan kritis. Sementara itu, media sosial dapat membantu menyebarkan informasi dengan lebih cepat dan menjangkau kelompok masyarakat yang beragam,” katanya.

Menurut dia, pemerintah perlu membangun strategi komunikasi yang terintegrasi. Data dan informasi mengenai capaian program harus tersedia melalui kanal resmi, terbuka untuk diverifikasi secara independen, kemudian disampaikan melalui berbagai platform agar mudah dipahami masyarakat.

Ia menilai, penggunaan media sosial oleh pemerintah tetap diperlukan untuk menjangkau publik secara luas. Namun, penyampaian informasi harus disertai transparansi mengenai sumber data, indikator keberhasilan, dan hasil pelaksanaan program.

“Pemerintah sebaiknya menggunakan strategi komunikasi yang terintegrasi. data dan informasi disediakan melalui kanal resmi, diverifikasi melalui proses jurnalistik yang independen, kemudian dijelaskan melalui media sosial dan kreator konten secara transparan,” ujarnya.

Rahma juga mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak berubah menjadi upaya membentuk persepsi seolah-olah seluruh masyarakat mendukung pemerintah.

Menurutnya, publikasi yang dilakukan secara serentak dapat meningkatkan frekuensi paparan informasi. Namun, tingginya frekuensi tersebut tidak dapat dijadikan ukuran tunggal keberhasilan komunikasi pemerintahan.

“Yang perlu dihindari adalah saat komunikasi pemerintah berubah menjadi upaya membentuk persepsi seolah-olah semua masyarakat mendukung pemerintah,” katanya.

Ia menegaskan, legitimasi pemerintah dalam jangka panjang tidak hanya bergantung pada popularitas pesan yang disampaikan, tetapi juga pada transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik.

“Legitimasi pemerintah tidak hanya dibangun melalui popularitas pesan, tetapi juga melalui transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik,” tutupnya. (YSF)

Buzzer Media sosial
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMK Kabulkan Gugatan UU Peradilan Militer, Prajurit TNI Bisa Diadili di Peradilan Umum, DPR-Pemerintah Wajib Revisi Dua Tahun
Next Article Gelar Salat Istisqa, Guru dan Siswa SMK PGRI 1 Palembang Berharap Asap Karhutla Cepat Menghilang
ADMIN

Related Posts

Regional

Dalam Sepekan, Polda Sumsel Tindak 40 Lokasi Sarang Narkoba

16/10/20268 Views
Regional

Jadi Provokator dan Halangi Proses Penyidikan, Oknum Kades di Empat Lawang Ditangkap

16/10/20264 Views
Regional

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Uang Rp1 Miliar, Kepala BPK Jateng Ikut Diamankan

16/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,613 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202429,463 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202523,424 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,360 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?