RELUNG.ID – Pagi itu, di sebuah mushala kecil dalam lingkungan Polsek Ilir Timur II Palembang, suasana terasa berbeda.
Tahanan bernama Dedy Chandra dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat, dan resmi memeluk agama Islam.
Dibimbing oleh Ustadz Amak Syahab, peristiwa penuh haru ini menjadi saksi perubahan besar dalam hidup seorang manusia.
Dedy, yang kini menyandang nama baru Muhammad Dedy Chandra, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menjadi mualaf lahir dari hati yang tulus tanpa paksaan siapa pun. Ia menemukan kedamaian dalam Islam selama masa tahanannya.
“Setiap kali melihat teman-teman saya berjamaah, ada perasaan yang menyentuh hati. Kebersamaan mereka dalam sholat dan dzikir membuat saya merenung tentang hidup saya. Saya akhirnya memutuskan ingin merasakan ketenangan yang sama,” ujar Dedy dengan mata berkaca-kaca.
Selama berada di tahanan, Dedy sering mendengar lantunan dzikir yang menggema setiap malam. Ia mengaku suara itu membawa ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ketika melihat rekan-rekannya beribadah bersama, ia semakin yakin bahwa Islam adalah jalan hidup yang ingin ia tempuh.
“Saya merasa hati saya lebih sejuk. Di balik penjara ini, saya menemukan sesuatu yang selama ini saya cari,” ungkapnya dengan penuh haru.
Kapolsek Ilir Timur II, Kompol Desy Arianti, mengapresiasi keputusan Dedy dan memastikan proses pengucapan syahadat berjalan dengan baik. Ia menegaskan, pihaknya selalu mendukung setiap tahanan yang ingin menemukan jalan spiritual, terlepas dari latar belakang mereka.
“Alhamdulillah, prosesi ini berjalan lancar. Kami juga bersyukur karena Dedy memutuskan ini dengan sepenuh hati. Kini, ia memiliki nama baru, Muhammad Dedy Chandra, sebagai langkah awal dalam perjalanannya di Islam,” ujar Desy.
Ustadz Amak Syahab, yang membimbing Dedy dalam pengucapan syahadat, berkomitmen untuk membantu Dedy mengenal Islam lebih dalam.
“Islam adalah agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam. Kami akan membimbingnya untuk memahami agama ini dengan baik, sehingga ia bisa menjalani hidup sebagai seorang Muslim yang taat,” kata Ustadz Amak.
Dedy Chandra adalah bukti bahwa cahaya kebenaran bisa ditemukan di mana saja, bahkan di tempat yang tampak kelam sekalipun. Baginya, penjara bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh makna.
“Di balik jeruji ini, saya justru menemukan kebebasan sejati. Kebebasan hati untuk mendekat kepada Allah,” pungkasnya dengan senyuman penuh syukur. (FZI)

