Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Mengenal Budaya Semon Wong Palembang, Tradisi yang Dinilai Telah Dicederai oleh Konten Rendang 200 Kg Willie Salim
Regional

Mengenal Budaya Semon Wong Palembang, Tradisi yang Dinilai Telah Dicederai oleh Konten Rendang 200 Kg Willie Salim

ADMINBy ADMIN26/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Budaya dan adat istiadat masyarakat Palembang menjadi sorotan setelah viralnya video konten kreator Willie Salim yang memasak rendang 200 kg di Benteng Kuto Besak (BKB).

Peristiwa yang berujung pada rebutan makanan itu menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat Palembang dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Kesultanan Palembang Darussalam.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn, menegaskan bahwa budaya masyarakat Palembang tidak mencerminkan perilaku seperti yang terlihat dalam video tersebut.

Menurutnya, masyarakat Palembang merasa direndahkan akibat komentar warganet yang menyudutkan mereka sebagai rakus dan tidak berbudaya.

Salah satu nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Palembang adalah “Semon”, yang berarti malu dalam konteks harga diri dan kesopanan.

Tradisi ini menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam tata cara bersosialisasi dan bersantap.

Dalam budaya semon, seseorang tidak akan makan di suatu tempat jika belum mendapat tawaran dari tuan rumah. Masyarakat Palembang juga pantang menunjukkan sikap rakus atau kemaruk dalam sebuah jamuan makan.

Ada aturan tak tertulis yang mengajarkan bahwa tamu harus menunggu tuan rumah memberikan isyarat sebelum menikmati hidangan.

Selain itu, tradisi penyajian makanan dalam budaya Palembang juga sarat dengan tata krama. Konsep “Sajian Kambang” dan “Sajian Buluh” merupakan contoh bagaimana tamu dijamu dengan penuh penghormatan.

Hidangan akan disajikan secara tertata, dan tamu tidak diperkenankan melayani diri sendiri, melainkan dijamu oleh tuan rumah dengan tata cara yang rapi dan penuh adab.

Kejadian dalam video Willie Salim, yang memperlihatkan masyarakat berebut daging rendang, dianggap bertentangan dengan budaya semon wong Palembang.

Sultan SMB IV menilai kejadian tersebut terjadi akibat kurangnya persiapan dan ketidakpahaman kreator konten terhadap adat setempat. Ia menegaskan bahwa segelintir orang yang terlibat dalam kejadian tersebut tidak dapat mewakili seluruh masyarakat Palembang.

“Kita tidak ingin nama baik kita tercemar akibat konten yang tidak menggambarkan budaya kita yang sebenarnya,” ujar SMB IV.

Kesultanan Palembang Darussalam pun mendesak Willie Salim untuk mengklarifikasi kejadian tersebut dan meminta maaf secara langsung, bukan hanya melalui video di media sosial. Selain itu, pihak Kesultanan juga meminta agar video tersebut segera dihapus dari seluruh platform media sosial.

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, masyarakat Palembang bahkan siap menempuh jalur hukum dan mengeluarkan maklumat yang melarang Willie Salim untuk kembali ke Palembang.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih menghormati budaya dan kearifan lokal dalam setiap aktivitas, terutama yang terekam dalam konten digital.

Masyarakat Palembang berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan meminta agar nilai-nilai budaya semon terus dijaga dan dihormati oleh siapapun yang berkunjung ke Palembang.

Sebagai kota dengan sejarah dan kebudayaan yang telah berdiri selama 1.400 tahun, Palembang memiliki nilai-nilai luhur yang harus tetap dijaga. (DSK)

Budaya Semon RM Fauwaz Diradja Semon Palembang SMB IV Sultan Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLokasi BKB di Google Maps Hilang?
Next Article Tak Ada Napi Bebas, 224 Warga Binaan Lapas Surulangun Rawas Terima Remisi Lebaran
ADMIN

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,940 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,810 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,783 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?