RELUNG.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia menunjukkan tren penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data, luas lahan terbakar kini jauh lebih kecil dibanding periode 2015–2019.
“Tahun 2015 terbakar sekitar 1,8 juta hektare, kemudian 2019 turun menjadi sekitar 1 juta hektare, dan 2023 berkurang lagi menjadi sekitar 600 ribu hektare,” ujar Raja Juli saat meninjau Gedung MHEWS BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (12/8).
Menurutnya, penurunan ini terjadi karena pemerintah belajar dari pengalaman masa lalu dan merumuskan strategi berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi. Pemanfaatan aplikasi, radar, dan satelit untuk memantau cuaca serta tingkat kerentanan lahan terbakar menjadi kunci pencegahan.
Data pemantauan BMKG ini digunakan BNPB untuk menentukan langkah cepat, mulai dari operasi modifikasi cuaca, water bombing, patroli udara, hingga pengerahan pasukan darat yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan, lengkap dengan peralatan modern.
Raja Juli memastikan, per 12 Agustus 2025 kondisi Karhutla berada pada titik aman dan terkendali. Meski begitu, ia tetap mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk siaga hingga akhir September, terutama di wilayah Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
“Mudah-mudahan setelah September kita masuk musim hujan dan situasi benar-benar aman,” harapnya.[THQ]

