RELUNG.ID — Tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir. Namun, pemerintah justru memilih menaikkan status kewaspadaan lebih awal menjelang musim kemarau 2026.
Langkah ini ditandai dengan apel siaga yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sebagai sinyal bahwa strategi penanganan karhutla kini bergeser dari sekadar respons menjadi pencegahan terintegrasi.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan capaian penurunan luas karhutla tidak boleh membuat semua pihak lengah.
“Ini bencana berulang. Kita tidak bisa hanya bangga dengan penurunan angka, tapi harus memastikan tidak terjadi lonjakan kembali,” ujarnya saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanganan Karhutla di halaman Griya Agung Palembang, Rabu (6/5/2026).
Data menunjukkan luas karhutla di Sumsel turun dari sekitar 15 ribu hektare pada 2024 menjadi sekitar 5 ribu hektare pada 2025. Bahkan hingga April 2026, luas terdampak tercatat relatif kecil. Meski demikian, ancaman tetap membayangi seiring datangnya musim kemarau yang berpotensi lebih kering.
“Semua unsur harus terlibat, mulai dari pencegahan, pemantauan, hingga penegakan hukum,” katanya.
Menurutnya langkah ini juga menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan karhutla sebagai isu prioritas nasional, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Sumsel.
Dengan karakteristik lahan gambut yang luas dan area perkebunan yang rentan terbakar, Sumsel dinilai sebagai salah satu wilayah paling strategis sekaligus rawan karhutla di Indonesia.
“Kondisi ini membuat upaya mitigasi harus dilakukan lebih agresif, termasuk memperkuat patroli, deteksi dini, hingga edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha,”kata dia.
Pemerintah juga menekankan pentingnya disiplin semua pihak dalam menjaga capaian yang sudah ada. Penurunan angka kebakaran bukan akhir dari upaya, melainkan dasar untuk memperkuat sistem pencegahan ke depan.
“Capaian ini harus dijaga, bahkan ditingkatkan. Kuncinya ada pada kerja sama dan kesiapsiagaan,” tegas Djamari.[THQ]

