Selain itu, dalam peningkatan produktivitas pangan, Mentan mengatakan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas diputuskan bahwa kuantum pupuk subsidi tahun 2024 naik dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
“Jadi petani tidak perlu khawatir untuk segera melakukan pertanaman. Karena pupuk sudah ditambah menjadi dua kali lipat. Dalam 3 bulan kedepan saya mengajak petani Sumsel segera tanam, benihnya akan kami berikan gratis namun jika setelah 3 bulan tapi tidak tanam maka kesempatan ini hangus,” kata Mentan.
Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan rawa seluas 3,36 juta hektar. Lahan rawa pada umumnya mempunyai keunggulan spesifik antara lain dapat menghasilkan padi saat musim kemarau.
“Kegiatan yang dapat dilakukan di lahan rawa adalah pengembangan infrastruktur air dan lahan, mekanisasi pertanian pra tanam dan pasca panen, serta penyediaan sarana produksi,” katanya.
Fatoni menambahkan bahwa program optimalisasi lahan rawa dari Kementan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktifitas panen dan kesejahteraan petani Sumsel.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan, Ali Jamil, menjelaskan bahwa lahan sawah rawa di Sumsel seluas 340.486 hektare dan pada tahun 2024 ini kegiatan optimalisasi lahan rawa dilaksanakan seluas 98.400 hektare, tersebar di beberapa kabupaten di Sumsel.
“Dukungan kegiatan optimalisasi lahan rawa kami lakukan melalui penyusunan dokumen Survei Investigasi Desain (SID), pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur air dan lahan, serta pengolahan tanah hingga tahap tanam,” kata dia.[RG]

