Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Pemerintah Mohon Maaf Atas Kejadian Warga Meninggal Setelah Mengantre Elpiji 3 Kg
Regional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Pemerintah Mohon Maaf Atas Kejadian Warga Meninggal Setelah Mengantre Elpiji 3 Kg

RiyadiBy Riyadi04/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bahlil Lahadalia yang dilantik menjadi Menteri ESDM. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan permohonan maaf mewakili Pemerintah terkait kejadian meninggalnya seorang warga yang diduga kelelahan setelah mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram (kg). Meskipun Bahlil mengaku belum mengetahui kebenaran kabar tersebut, ia tetap mengekspresikan duka cita dan tanggung jawab Pemerintah atas insiden yang terjadi.

“Saya membaca banyak berita. Katanya ada yang begitu (meninggal), ada berita juga yang tidak sesuai dengan itu. Ya, kami pemerintah pertama memohon maaf kalau ini terjadi,” ujar Bahlil saat melakukan inspeksi di salah satu pangkalan elpiji 3 kg di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2/2025).

Bahlil menambahkan bahwa Pemerintah saat ini melalui PT Pertamina sedang melakukan pembaruan sistem distribusi penjualan elpiji 3 kg yang hanya dijual di pangkalan resmi yang terdaftar.

Baca juga :   MUI Nyatakan Haram Penggunaan LPG 3 Kg dan Pertalite Bersubsidi oleh Orang Kaya

Hal ini menyebabkan beberapa warga yang terbiasa membeli di pengecer tidak resmi merasa kesulitan dan harus antre di pangkalan resmi untuk mendapatkan gas subsidi tersebut.

Menurut Bahlil, perubahan sistem distribusi ini dilakukan dengan dua tujuan utama. Pertama, untuk menekan harga jual elpiji 3 kg yang selama ini dinilai tidak seragam di berbagai daerah. Di tingkat pengecer, harga jual gas subsidi ini sering kali jauh lebih tinggi dari harga yang seharusnya.

“Harga elpiji 3 kg di pengecer bisa mencapai Rp 23.000 hingga Rp 30.000 per tabung, padahal harga yang seharusnya hanya sekitar Rp 15.000 hingga Rp 19.000,” jelasnya.

Baca juga :   Impor BBM Tembus 1 Juta Barel per Hari, Bahlil Andalkan Rusia untuk Perkuat Pasokan

Kedua, dengan penjualan hanya melalui agen resmi, Pemerintah berharap dapat lebih mudah memantau distribusi elpiji 3 kg untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran.

“Kita ingin mengontrol penyaluran gas subsidi dengan lebih baik agar harga tetap terjangkau dan tidak ada penyalahgunaan,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang wanita lansia, Yonih Binti Saman (62), meninggal dunia setelah mengantre untuk mendapatkan dua tabung elpiji 3 kg di sebuah agen yang terletak sekitar 500 meter dari rumahnya di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Senin (3/2/2025). Kejadian ini menjadi sorotan di masyarakat, dan suasana duka menyelimuti keluarga korban.

Baca juga :   Empat Kudapan Khas Kesultanan Palembang, Sajian Istimewa di Hari Lebaran

Rohaya, adik almarhumah, mengungkapkan bahwa Yonih sempat memberitahunya sebelum berangkat untuk mengantre membeli gas. Tak lama setelah itu, Rohaya menerima kabar bahwa kakaknya ditemukan dalam kondisi lemah, duduk dengan dua tabung gas yang baru saja dibelinya. Meskipun sempat dibawa pulang, kondisi Yonih semakin memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, Yonih dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Bahlil mengungkapkan bahwa perubahan sistem distribusi ini merupakan respons Pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat terhadap elpiji 3 kg, sekaligus mencegah terjadinya masalah serupa di masa depan.[AYK]

Bahlil Lahadalia Gas Elpiji 3 Kilogram Menteri ESDM Warga Meninggal Antre LPG 3 Kilogram
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSiap-siap! Drakor ‘Weak Hero Class 2’ Bakal Tayang Tahun Ini
Next Article Pemerintah Pastikan Pengecer LPG 3 Kg Kembali Beroperasi dengan Skema Baru yang Teratur
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,865 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,740 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,713 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?