RELUNG.ID – Bambi ‘Ajaib’ yang viral di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur kini telah dibongkar.
Meski demikian, masih banyak pengunjung dari berbagai daerah yang mengunjungi bambu ajaib di rumah Rudi (58) tahun ini usai viral di media sosial.
“Hampir setiap hari ada saja yang datang untuk melihatnya, dan mereka masih meyakni bambu ini memiliki unsur mistis,” kata Rudi, Minggu kemarin (6/7/2025).
Untuk menghindari kekecewaan, Rudi tetap memperlihatkan sisa-sisa material dari bambu yang sudah dibongkar, termasuk rangka baja ringan yang digunakan dalam instalasinya.
Ia juga selalu menjelaskan bahwa apa yang mereka lihat sebelumnya hanyalah sebuah karya seni berbasis teknologi, bukan sesuatu yang berbau gaib.
“Itu murni trik sulap yang menggabungkan teknologi, tidak ada unsur mistis sama sekali. Tapi banyak yang tetap tidak percaya,” ungkapnya.
Fenomena bambu milik Rudi ini sebelumnya ramai dibicarakan karena terlihat bisa mengeluarkan air tanpa selang.
Dalam video yang viral, bambu yang dirancang menyerupai air mancur ala Jepang itu terlihat seolah-olah mengalirkan air secara gaib.
Bambu tersebut bahkan diberi nama “Bambu Sakti Pandanwangi”, lengkap dengan ujung bambu yang dibentuk menyerupai bambu petuk bambu yang sering dikaitkan dengan hal mistis.
Menurut Rudi, sebagian besar pengunjung yang datang bukan untuk mengapresiasi karya seninya, melainkan untuk meminta air dari bambu tersebut karena meyakini air itu mengandung keberkahan atau khasiat penyembuhan.
“Mereka percaya ini bambu petuk yang punya kekuatan gaib. Tujuan kedatangannya untuk ambil air, bukan lihat karya seni,” katanya.
Rudi berharap masyarakat bisa lebih rasional dan tidak lagi datang ke rumahnya dengan maksud meminta air yang dianggap bertuah.
“Harapannya mereka mulai sadar kalau ini hanya karya seni, bukan sesuatu yang mistis. Jadi tidak perlu lagi datang untuk minta air,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas terkait di Cianjur juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum terverifikasi secara ilmiah, dan mengajak masyarakat mengapresiasi kreativitas tanpa mencampurkannya dengan takhayul. (vid)

