RELUNG.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Selatan hingga Maret 2026 memang menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di balik kabar tersebut, ancaman belum sepenuhnya mereda—terbukti masih adanya korban jiwa yang tercatat di sejumlah daerah.
Data Dinas Kesehatan mencatat, total kasus DBD mencapai 687 orang. Dari jumlah itu, empat pasien dilaporkan meninggal dunia, masing-masing dua kasus di Lubuklinggau, serta masing-masing satu kasus di Ogan Ilir dan Banyuasin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan penurunan kasus tahun ini patut diapresiasi, tetapi tidak boleh membuat masyarakat lengah.
“Kasus DBD sejauh ini memang menurun dibandingkan tahun lalu, namun tetap harus menjadi perhatian karena masih ada kematian,” ujarnya.
Sementara itu, Kota Palembang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 243 orang. Angka ini menunjukkan bahwa daerah perkotaan dengan kepadatan tinggi masih menjadi titik rawan penyebaran.
Di sisi lain, potensi lonjakan kasus kembali mengintai seiring perubahan cuaca menuju panas ekstrem. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan aktivitas nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebaran DBD.
“Biasanya saat suhu meningkat, siklus menggigit nyamuk menjadi lebih cepat dan kemampuan penularannya juga meningkat,” jelas Ira.
Dinas Kesehatan pun mengingatkan masyarakat untuk tidak mengendurkan upaya pencegahan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk secara rutin.[THQ]

