RELUNG.ID – Kawasaki secara terang-terangan akan merilis dua motor listrik tipe Z e-1 dan NX011A disebut sebagai Ninja e-1 yang akan muncul ke publik.
Dilansir dari Oto.com awal Agustus 2023 diketahui Kawasaki diketahui mengajukan dokumen persetujuan ke Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pengembangan Regional, Komunikasi, dan Seni Australia.
Dokumen persetujuan tipe memberikan beberapa rincian tentang dua sepeda motor listrik produksi pertama Kawasaki. Spesifikasinya boleh dibilang mirip dengan mesin pembakaran internal satu silinder 125 cc, jadi jangan mengharapkan angka yang besar. Tercatat hanya 9kW atau sekira 12 Hp dalam istilah yang lebih akrab. Tidak terlalu bertenaga. Namun perlu diingat bahwa keduanya dimaksudkan untuk menjadi kendaraan komuter.
Baca Juga: Mau Beli Motor Listrik, Ini 7 Motor Listrik ‘Recommended’
Meski performa tergolong kecil, bobotnya tidak seperti motor sport elektrik di kelasnya. Menurut dokumen persetujuan tipe mereka, Z e-1 model naked punya berat 298 pound (135 kg), sedangkan Ninja e-1 lebih berat 11 pound yakni 308 pound (140 kg). Itu membuat keduanya jauh lebih ringan dibanding model konvensional yang menjadi basisnya.
Kawasaki telah menghemat uang dan mengurangi ongkos produksi dengan membangun model elektrik pertamanya di tulang Ninja 400 dan Z400, yang masing-masing memiliki berat 366 pound (166 kg) dan 364 pound (165 kg). Model listrik tidak hanya berbagi bodywork, tetapi juga sebagian besar sasis. Dengan jarak sumbu roda 53,9 inci yang identik, meskipun rodanya sendiri adalah pelek yang lebih sempit dari saudara Ninja 125/Z125 Eropa, dengan ban depan 100/80-17 dan belakang 130/70-17.
Baca Juga: Ingat! 10 Faktor Ini jadi Patokan saat Membeli Motor
Seperti kita tahu, bobot sepeda motor listrik paling besar dihasilkan dari baterainya. Dan Kawasaki telah mengkonfirmasi bahwa kedua motor tersebut ditenagai oleh sepasang paket baterai lithium-ion. Setiap baterai memiliki berat sekitar 12 kg. Dirancang untuk dapat dilepas dan diganti alih-alih memilih paket besar dan berat untuk memberikan jangkauan lebih jauh saat terisi penuh.
Di lain sisi, Kawasaki telah menyetujui serangkaian standar baterai bersama dengan Honda, Yamaha, dan Suzuki untuk membuatnya kompatibel di berbagai merek dan model. Bersama dengan ENEOS Holdings, keempatnya telah mendirikan perusahaan, Gachaco Inc., untuk mengembangkan sistem dan jaringan penggantian baterai yang dapat diterapkan.

