RELUNG.ID – Kabut asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah mulai menyelimuti sebagian wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan.
Warga di Muara Enim semakin khawatir terhadap dampak kabut asap ini terhadap kesehatan mereka, terutama terkait Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan masalah pada mata.
Baca Juga: Kualitas Udara di Palembang Memburuk, Kabut Asap Kembali Merebak
Kondisi kabut asap yang terasa sejak seminggu lalu membuat beberapa warga Muara Enim mengalami kesulitan bernafas dan iritasi mata saat beraktivitas di luar rumah.
“Ada rasa yang mengganggu saat bernafas dan mata begitu perih saat berkendara, tidak langsung pedih hanya perlahan namun tiba-tiba keluar air mata,” kata Kisman (29), warga Muara Enim.
Dia merasa kabut asap sangat mengganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.Hari ini, kabut sangat tebal dan membuat jalan-jalan di Muara Enim menjadi berkabut dengan jarak pandang yang sangat terbatas.
Baca Juga: Soal Debu Hingga limbah Jadi Keluhan Warga di Muara Enim, Prabumulih dan PALI
Heri, warga berusia 43 tahun, merasa prihatin karena aktivitasnya yang harus dilakukan di luar rumah setiap hari.
Dia mengungkapkan kekhawatiran terutama terhadap anak-anak, yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap.
“Yang paling membuat saya khawatir itu dampak terhadap anak-anak, karena mereka rentan dan kondisi fisik yang tidak sekuat orang dewasa,” ujarnya.
Baca Juga: Fokus Penanganan Karhutla di OKI, Ini Intruksi Pj Gubernur Sumsel
Heri juga mengungkapkan bahwa kedua anaknya, yang masih sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Paud, belum mampu menjaga diri mereka sendiri terutama dalam situasi seperti ini.
“Kami hanya meminta ada solusi terbaik, sementara ini saya memang sudah menyuruh kedua anak saya untuk memakai masker, kalau anak saya yang TK masih ditemani oleh istri saya,” tambahnya.
Dalam kondisi musim kemarau, warga juga menghadapi masalah debu yang tidak terhindarkan, selain kabut asap.
Baca Juga: Bakar Lahan, 51 Orang di Sumsel Ditangkap
Hal ini meningkatkan risiko penyakit seperti ISPA dan diare akibat kurangnya air bersih, seperti yang banyak dilaporkan.
Sebelumnya, Pejabat Pelaksana Tugas (Pj Bupati) Muara Enim, Ahmad Rizali, bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Muara Enim, Eni Zatila, telah mengimbau masyarakat untuk membiasakan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Mereka juga mendorong warga untuk menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan banyak minum air putih selama musim kemarau, terutama mengingat peningkatan kasus ISPA di beberapa kecamatan di sepanjang jalan lintas Sumatera.

