Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Musim Hujan Diprakirakan Terjadi Desember, Sumsel Diminta Waspada
Regional

Musim Hujan Diprakirakan Terjadi Desember, Sumsel Diminta Waspada

alwiBy alwi23/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi banjir di OKU Timur. (Handout/Ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan mulai terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Wilayah Sumatera termasuk Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Baca juga :   Tiga Pelaku Begal Sadis di Palembang Ditangkap, Dua Ditembak

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan meski durasi musim hujan kali ini diprediksi relatif lebih pendek, curah hujan yang turun berpotensi lebih tinggi dari kondisi normal.

“Periode musim hujan ini pendek, tetapi curah hujan umumnya lebih besar dari normal. Nah, ini yang perlu diwaspadai,” kata Andri dalam jumpa pers di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut memungkinkan hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu tertentu. Karena itu, wilayah yang memiliki riwayat bencana hidrometeorologi basah perlu melakukan langkah antisipasi sejak awal.

“Jadi bisa saja hujan nanti jatuh secara intens di bulan-bulan tersebut, dan untuk wilayah-wilayah yang secara historikal itu terjadi bencana hidrometeorologi basah itu perlu diwaspadai,” lanjutnya.

Baca juga :   Pakai Pelat Dinas Polri Palsu dan Nyalakan Sirene di Tol, Sopir Pajero Diamankan Polisi

Andri menyebut sejumlah wilayah di Indonesia memiliki riwayat bencana hidrometeorologi basah yang perlu menjadi perhatian. Di Pulau Sumatera, kewaspadaan antara lain perlu ditingkatkan di Sumatera Utara, Aceh, serta Padang dan wilayah sekitarnya.

“Umumnya adalah di wilayah Jawa, saya kira Jawa ini merata, terutama mungkin di Jawa Barat yang tertinggi, kemudian juga disusul di Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Lalu juga untuk wilayah Sumatera, juga ini juga perlu diperhatikan di Padang, Sumatera, kemudian juga di Sumatera Utara, dan juga Aceh,” ujarnya.

Selain wilayah barat Indonesia, BMKG juga mengingatkan sejumlah daerah di kawasan timur yang memiliki potensi bencana serupa, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua dan sebagian Maluku.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan puncak musim hujan 2026/2027 diprediksi terkonsentrasi dalam tiga bulan, yakni Desember 2026, Januari 2027 dan Februari 2027.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan

Pada Desember 2026, sekitar 155 Zona Musim (ZOM) atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diprediksi memasuki periode puncak hujan. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan bagian utara, Kalimantan Barat, serta sebagian Sulawesi bagian barat.

Selanjutnya pada Januari 2027, puncak musim hujan diprakirakan terjadi di 162 ZOM atau sekitar 25,68 persen luas daratan Indonesia. Puncak hujan pada periode ini mencakup hampir seluruh Pulau Jawa, Lampung, Kalimantan Selatan, sebagian besar Sulawesi hingga mayoritas wilayah Papua.

Sementara pada Februari 2027, puncak musim hujan diprediksi terjadi di 190 ZOM yang meliputi sebagian besar Sulawesi bagian tengah, Sulawesi Tenggara, Papua bagian selatan serta sejumlah wilayah di Maluku.

“Perlu kita waspadai adalah bahwa puncak musim hujan ini cukup padat. Artinya, paling banyak terjadi di tiga bulan ini, ya, di Desember, Januari, Februari,” tutupnya. (vid)

Banjir BMKG Desember Musim hujan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGubernur Herman Deru Pastikan Jalan Pagar Alam–Tanjung Raya Diperbaiki Tahun Ini
Next Article Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Direktur Tata Usaha PT LHI Dipolisikan
alwi

Related Posts

Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20266 Views
Regional

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,954 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,824 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,797 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?