Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Musim Kemarau Datang, Kasus ISPA di Palembang Naik Jadi 12.257
Regional

Musim Kemarau Datang, Kasus ISPA di Palembang Naik Jadi 12.257

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda21/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Memasuki musim kemarau, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang mulai menunjukkan tren peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat sebanyak 12.257 kasus ISPA sepanjang Juni 2026 atau bertambah 1.432 kasus dibandingkan Mei yang tercatat 10.825 kasus.

Meski demikian, Dinkes memastikan lonjakan tersebut masih berada dalam pola musiman yang lazim terjadi setiap tahun dan belum masuk kategori peningkatan yang mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Palembang, Putri Damayanti, mengatakan musim kemarau memang identik dengan meningkatnya gangguan saluran pernapasan akibat kondisi lingkungan yang lebih berdebu.

“Kalau melihat datanya memang ada peningkatan dari Mei ke Juni, tetapi peningkatan ini belum signifikan. Kondisi seperti ini memang biasanya terjadi saat musim kemarau,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Menurut Putri, berkurangnya intensitas hujan membuat debu dan polusi lebih lama berada di udara sehingga lebih mudah terhirup masyarakat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko iritasi pada saluran pernapasan yang dapat berkembang menjadi ISPA.

Selain debu, perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam juga dinilai menjadi faktor yang memengaruhi meningkatnya jumlah kasus.

“Suhu yang sangat panas pada siang hari kemudian berubah menjadi lebih dingin pada malam hari dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang infeksi virus maupun bakteri penyebab ISPA,” jelasnya.

Ia menambahkan, rendahnya kelembapan udara selama musim kemarau turut memperbesar risiko infeksi. Udara yang kering dapat menyebabkan lapisan lendir pada hidung dan tenggorokan ikut mengering, padahal lapisan tersebut berfungsi sebagai pelindung alami tubuh untuk menyaring virus, bakteri, dan partikel asing yang masuk melalui saluran pernapasan.

“Ketika mukosa di hidung dan tenggorokan mengering, kemampuan tubuh menyaring kuman menjadi berkurang sehingga risiko infeksi saluran pernapasan meningkat,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kota Palembang mengimbau masyarakat agar lebih menjaga kesehatan selama musim kemarau dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan yang berdebu.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, atau sesak napas agar dapat memperoleh penanganan lebih dini dan mencegah kondisi bertambah parah.[THQ]

 

ISPA Kemarau Palembang Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKisah Pilu KM Nurul Salsa, Kakek Serahkan Pelampung untuk Cucu Sebelum Hilang di Laut
Next Article Sempat Dihalangi Keluarga, Pengedar Narkoba di Muara Enim Ditangkap, 175 Butir Ekstasi Disita
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,896 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,769 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,741 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?