RELUNG.ID – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih mengaku resah lantaran jasa pelayanan medis yang menjadi hak mereka tak kunjung dibayarkan pihak manajemen rumah sakit.
Pembayaran yang semestinya diterima setiap bulan, disebut telah tertunggak selama berbulan-bulan.
Keluhan mencuat dari kalangan pegawai, termasuk para dokter. Mereka menuding manajemen RSUD belum membayarkan jasa medis BPJS sejak Januari 2025 dan jasa pelayanan pasien umum sejak April 2024.
“Sampai sekarang kami masih betanyo-tanyo, kemano duitnyo?! Itu hak kami nian, ngapo dak dikasihke padahal setiap bulan harusnyo dibagike,” ujar salah satu nakes yang enggan disebutkan namanya.
Ia menyebut keresahan kian meluas karena selama enam bulan terakhir tidak ada kepastian kapan dana tersebut akan dicairkan.
“Seluruh pegawai, termasuk dokter, jugo la resah nunggu kapan cairnyo jasa pelayanan. Apalagi jasa umum dari April 2024, ini sudah masuk pertengahan 2025,” sambungnya.
Namun, tudingan tersebut dibantah tegas oleh Direktur RSUD Prabumulih, drg. Sriwidiastuti. Ia memastikan bahwa pembayaran jasa tenaga kesehatan tetap berjalan seperti biasa sesuai jadwal rutin yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Jasa nakes dibayarkan tiap bulan, tidak pernah tidak dibayarkan. Bisa dicek di laporan keuangan RSUD setiap bulannya,” ujar Sriwidiastuti, Minggu (6/7/2025).
Ia menjelaskan, sistem pembayaran yang berlaku saat ini telah diterapkan selama lebih dari satu dekade.
Jika pun ada penundaan, menurutnya bukan karena kelalaian manajemen, melainkan dampak dari sistem tata kelola rumah sakit yang masih perlu pembenahan.
Sriwidiastuti menyebut permasalahan utang-piutang seperti obat, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), dan reagen juga terjadi sejak lama.
Ia menilai kondisi ini hanya bisa diperbaiki dengan perencanaan kebutuhan yang lebih akurat, pengawasan ketat, serta tata kelola pelayanan berbasis standar akreditasi.
“Inilah yang harus diperbaiki. Tata kelola dari perencanaan hingga pelaksanaan pelayanan harus jelas, terukur, dan sesuai kebutuhan riil,” tandasnya. (SMP)

