RELUNG.ID – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) kedatangan mahasiswi baru yang mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Bukan karena prestasi atau penampilan, melainkan karena namanya yang luar biasa singkat: hanya satu huruf, yakni ‘C’.
Sosok di balik nama unik ini adalah seorang gadis berhijab bernama C, kelahiran 10 Mei 2007, yang berasal dari Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kisah tentang namanya yang tak biasa ini mulai viral setelah ia membagikannya melalui akun TikTok pribadinya.
“Nama C ini pemberian orang tua saya. Katanya karena dahulu saya dikira bakal jadi anak terakhir, tapi ternyata ibu saya masih melahirkan lagi. Sekarang saya anak keempat dari enam bersaudara,” cerita C kepada pada Rabu (9/7/2025).
Sejak videonya menyebar luas, warganet sontak riuh memperbincangkan keunikan dan keabsahan nama C. Banyak yang menyebutnya sebagai nama terpendek di dunia dan penasaran apakah nama tersebut sah secara hukum.
Meski demikian, C mengaku tidak pernah merasa terganggu dengan namanya. “Selama ini saya tidak pernah merasa terganggu. Malah karena nama ini saya mudah dikenal. Di sekolah dan lingkungan sekitar, nama saya gampang diingat,” jelas alumni SMA Negeri 1 Mentaya Hulu itu.
Namun, nama uniknya sempat menjadi tantangan saat proses pendaftaran kuliah. “Waktu daftar kuliah kemarin, saya sempat dikira iseng sama panitia. Tapi setelah dicek berkas dan KTP, mereka baru percaya kalau nama saya memang cuma C,” ungkapnya sambil tersenyum.
Setelah melalui verifikasi dokumen yang ketat, pihak UMPR akhirnya menerima C sebagai mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Reaksi Warganet dan Harapan ‘C’
Unggahan C di TikTok dibanjiri ribuan komentar. Warganet menilai nama satu huruf sangat langka di Indonesia dan memuji keabsahannya secara administratif. “Biasanya orang susah menghafal nama, tapi nama kamu justru gampang banget. Satu huruf doang,” tulis seorang warganet.
Ada pula yang mempertanyakan potensi kesulitan dalam pengisian formulir online atau sistem digital yang seringkali meminta minimal dua huruf untuk kolom nama.
“Kadang sistem minta minimal dua huruf buat isi nama, nah ini satu huruf aja. Unik dan langka!” komentar netizen lainnya.
Meski hanya memiliki nama satu huruf, C membuktikan bahwa identitas tidak menentukan kualitas seseorang. Kini, ia justru dikenal luas berkat keberaniannya membagikan kisah yang tak biasa ini.
Dengan semangat memasuki dunia kampus, gadis asal Kalimantan Tengah ini berharap namanya yang sederhana dapat menjadi pembuka cerita luar biasa dalam perjalanan pendidikannya. “Saya tidak malu. Ini bagian dari identitas saya sejak lahir. Mudah-mudahan bisa jadi cerita unik sekaligus inspirasi,” tutup C.[TIM]

