RELUNG.ID – Janggalnya kematian Narapidana (Napi) Lapas Klas I Merah Mata Palembang, Sumaryanto kini terus diselidiki.
Pemeriksaan visum telah dilakukan oleh RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk mencari penyebabnya.
“Dari hasil pemeriksaan kematian korban ada kejanggalan karena ada bekas jeratan di bagian leher dan di kakinya,” kata Dokter Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang, dr Indra Nasution, Kamis (18/7).
Meski melihat adanya kejanggalan tersebut, Indra pun belum dapat menyimpulkan apakah korban meninggal bunuh diri atau karena adanya kekerasan.
“Korban sepertinya meninggal masih baru dibawah 6 jam,” singkatnya.
Sebelumnya, Seorang narapidana bernama Sumaryanto (33) ditemukan tewas di toilet ruangannya di Lapas Klas I Merah Mata Palembang, Kamis (18/7). Belum diketahui penyebab. Namun, kematian napi kasus penganiayaan ini dinilai janggal.
Kepala Lapas Klas I Merah Mata Palembang, Veri Johannes mengatakan penemuan ini berawal dari petugas tahanan pendamping (Tamping) melaporkan adanya jasad tahanan yang sudah tergeletak di lantai kamar mandi.
Kemudian, petugas pun langsung memastikan kondisi jasad tersebut dan menghubungi Polsek Sako untuk mengevakuasi jenazah.
“Setelah memeriksa jenazah, kami mengamankan kamar hunian tersebut kemudian memanggil pihak kepolisian,” pungkasnya.

