RELUNG.ID — Partai NasDem Sumatera Selatan mulai memanaskan mesin politiknya jauh sebelum jadwal kontestasi. Hal ini terlihat dari konsolidasi akbar yang digelar di Kantor DPW NasDem Sumsel, Sabtu (22/11/2024), ketika 14 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni besar yang dihadiri sekitar 1.200 kader.
Ketua DPW NasDem Sumsel, Herman Deru, yang memimpin langsung prosesi pelantikan, menegaskan bahwa konsolidasi kali ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Deru menyebut langkah tersebut sebagai “start awal” untuk mempercepat pergerakan partai menuju Pemilu 2029.
“Kita harus bergerak sejak sekarang. Struktur partai harus hidup sampai ke tingkat kecamatan, desa, hingga TPS,” tegas Deru di hadapan para kader yang memadati aula kantor DPW.
Dalam pidatonya, Deru juga menyinggung perubahan gaya kompetisi politik yang menurutnya semakin tajam dan tak terduga. Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak lengah dan terus membaca peta pertarungan.
“Kompetisi politik sekarang ini agresif, kadang memakai strategi yang tak pernah terbayangkan. Maka kita harus siap, baik di dunia maya maupun dunia nyata,” ujarnya.
Deru menegaskan bahwa NasDem bukan partai oposisi, melainkan bagian dari unsur pembangunan di daerah. Karena itu, ia meminta para ketua DPD memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah melalui program-program berbasis kebutuhan lapangan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi F. Taslim, yang hadir langsung dalam konsolidasi akbar tersebut, menyampaikan apresiasi atas soliditas dan perkembangan partai di Sumsel.
Ia menyebut Sumatera Selatan sebagai salah satu kekuatan utama NasDem secara nasional, dengan capaian politik yang konsisten menanjak.
“Sumsel ini sudah berada di anak tangga paling atas. Tidak ada pilihan selain tetap berada di atas,” kata Hermawi.
Hermawi mengungkapkan, hasil pemilu legislatif yang menempatkan NasDem di posisi ketiga di Sumsel, serta capaian pilkada yang berada di peringkat pertama, menjadi modal kuat menjelang 2029. Ia juga menyoroti kenaikan tren elektabilitas nasional setelah Pilpres, yang sebelumnya hanya berkisar 1,2–1,4 persen.
Dalam kesempatan itu, Hermawi memaparkan beberapa program strategis nasional yang akan diperkuat di Sumsel, di antaranya:
Laboratorium Gerakan Perubahan untuk meningkatkan kapasitas kader,
Akademi Perempuan NasDem guna memperluas peran perempuan,
Program Remaja Bernegara yang menyasar pelajar tingkat SMP–SMA agar mengenal politik sebagai ruang yang aman dan inklusif.
Semua program tersebut, tegasnya, bertujuan membuka pintu rekrutmen kader baru hingga ke tingkat desa.
“Kalau tidak ada orang di bawah, siapa yang menjaga TPS? Makanya rekrutmen harus diperluas sampai akar rumput,” ujarnya.
Sekretaris DPW NasDem Sumsel, Nopianto, yang menjadi ketua panitia pelantikan, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelantikan secara serentak ini merupakan strategi untuk mempercepat koordinasi organisasi.
“Ini langkah awal untuk menguatkan barisan dari DPW sampai DPD. Target kita jelas: NasDem harus menjadi pemenang Pemilu 2029 di Sumsel,” katanya.
Dengan pelantikan 14 DPD dan kehadiran lebih dari seribu kader, konsolidasi tersebut menjadi sinyal bahwa NasDem Sumsel mulai memacu tempo lebih cepat dibandingkan partai lain. Pertarungan 2029 memang masih empat tahun lagi, namun bagi NasDem, waktu itu justru menjadi ruang untuk membangun pondasi lebih kokoh.[DSK]

