RELUNG.ID – Masih pukul dua dini hari, tapi dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Polres Muara Enim II di Jalan Permai I, Muara Enim, sudah ramai. Bunyi wajan, langkah kaki cepat, dan percakapan lirih para relawan mengisi udara yang dingin.
Di balik kepulan asap dan aroma bumbu yang menguar, ada misi besar yang sedang dijalankan menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk anak-anak sekolah.
Tapi yang membuat dapur ini istimewa bukan hanya gizi dan kebersihannya. Di sini, makanan juga diolah dengan sentuhan imajinasi dan cinta.
“Anak-anak kan cepat bosan kalau makannya itu-itu saja. Jadi kami bentuk nasinya lucu-lucu, ada bintang, kelinci, hati. Mereka senang sekali,” kata Executive Chef, Ahmad Syarif sambil memegang cetakan nasi berbentuk bintang.
Di meja panjang, timnya bekerja dalam diam namun teratur. Nasi yang masih hangat dicetak satu per satu, lalu disusun rapi di kotak stainless. Di sisi lain, ayam crispy berderet di atas loyang, buah segar dan sayur labu kuning ditata dengan warna mencolok.
Semua harus terlihat menarik karena di balik bentuk lucu itu, ada harapan besar agar anak-anak mau makan dengan lahap.
“Tujuan kami bukan cuma memberi makan, tapi menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini,” kata Kepala SPPG Polres Muara Enim II, Weni Suci, S.Pd
“Kalau anak-anak gembira, maka pesan gizi itu akan lebih mudah diterima,” tambahnya.
Dapur ini bekerja hampir tanpa jeda. Persiapan dimulai sore hari, tim masak datang tengah malam, dan menjelang fajar, giliran tim pemorsian serta distribusi. Setiap relawan wajib mematuhi protokol kebersihan yang ketat. “Kami anggap dapur ini seperti laboratorium,” tambah Weni.
Saat matahari belum tinggi, suasana dapur berubah seperti terminal. Tim distribusi datang, membawa ratusan kotak makan yang sudah disterilkan. Dua kendaraair mobil box dan blind van siap berangkat ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Salah satunya TK IT Rabbani yang berlokasi di Kelurahan Tungkal. Begitu mobil berhenti di halaman sekolah, tawa anak-anak langsung pecah. Mereka sudah hafal, itu artinya nasi lucu mereka datang.
“Anak-anak paling senang kalau nasi bentuk bintang. Kadang malah foto dulu sebelum makan,” cerita wali kelas B8, Ririn Sabrina, S.Pd.I sambil tersenyum melihat siswanya berebut membuka kotak makan.
Benar saja, di dalam kotak makan itu, nasi berbentuk bintang tersenyum di tengah ayam crispy dan potongan buah segar.
Arby Riski Pratama, salah satu murid, mengangkat sendoknya dengan bangga.
“Saya suka nasi bintang! Enak sekali!” katanya polos.
Bagi mereka, mungkin ini sekadar makan siang yang lucu. Tapi bagi tim dapur, itu adalah bentuk kasih dan dedikasi.
Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini merupakan dukungan nyata Polres terhadap upaya pemerintah menyiapkan generasi sehat dan cerdas.
“Dapur Polres Muara Enim II melayani lebih dari 3.000 siswa, dari TK hingga SMA. Kami tempatkan personel di setiap dapur untuk memastikan standar gizi dan kebersihan terjaga,” ujarnya.
Dia menambahkan, bentuk nasi yang lucu ternyata punya efek besar. “Hal sederhana seperti nasi bintang bisa membuat anak-anak bersemangat makan. Dari situlah kebahagiaan itu datang,” pungkasnya. (NVS)

