RELUNG.ID – Traveler yang berniat mendaki Gunung Everest harus mempersiapkan anggaran lebih besar. Pemerintah Nepal mengumumkan bahwa biaya izin untuk mendaki puncak tertinggi di dunia tersebut akan naik lebih dari 35 persen mulai September 2025.
Menurut Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal, Narayan Prasad Regmi, biaya izin mendaki Gunung Everest akan meningkat menjadi 15 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 243 juta. Kenaikan ini menandai perubahan besar setelah hampir satu dekade, di mana biaya izin sebelumnya bertahan di angka 11 ribu dolar AS (sekitar Rp 178 juta).
“Kami menyadari bahwa royalti atau biaya izin belum ditinjau dalam waktu yang lama. Kini kami telah memperbarui kebijakan tersebut,” jelas Regmi, Senin (27/1/2025).
Kenaikan biaya izin ini berlaku untuk musim pendakian utama yang berlangsung pada bulan April hingga Mei. Pada musim tersebut, para pendaki akan menggunakan rute standar South East Ridge, yang pertama kali dilalui oleh Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay pada 1953.
Selain itu, biaya izin juga akan naik untuk musim pendakian yang kurang populer, yakni September-November dan Desember-Februari. Pendaki yang berencana mendaki pada musim tersebut kini harus membayar biaya sebesar 7.500 dolar AS (sekitar Rp 121 juta) untuk musim September-November dan 3.750 dolar AS (sekitar Rp 60 juta) untuk Desember-Februari. Semua tarif baru ini menunjukkan kenaikan sekitar 36 persen dibandingkan dengan tarif sebelumnya.
Penyelenggara ekspedisi gunung mengatakan bahwa kenaikan tarif ini telah diprediksi dan kemungkinan besar tidak akan mengurangi minat pendaki. Setiap tahunnya, Nepal hanya mengeluarkan sekitar 300 izin untuk mendaki Everest.
Lukas Furtenbach, penyelenggara ekspedisi asal Austria yang mengelola Furtenbach Adventures, menambahkan bahwa dana tambahan yang diperoleh dari kenaikan biaya izin ini diharapkan akan digunakan untuk melindungi lingkungan dan meningkatkan keselamatan di Everest.
“Kami sudah memprediksi kenaikan biaya izin ini dan yakin itu akan digunakan untuk tujuan yang baik, seperti perlindungan lingkungan dan keselamatan pendaki,” ujar Furtenbach.
Pendapatan yang diperoleh dari biaya izin mendaki Everest menjadi salah satu sumber utama pendapatan Nepal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi banyak warga lokal. Pemerintah berharap, dengan kenaikan ini, pengelolaan kawasan Everest dapat lebih baik dan mendukung keberlanjutan pariwisata di kawasan tersebut.[TRA]

