RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi mencapai 0,73 persen secara Year on Year (YoY) pada Bulan November.
Inflasi tersebut dipengaruhi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.
Berdasarkan data BPS, indeks kelompok pengeluaran ini yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,68 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,78 persen; kelompok transportasi sebesar 1,60 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,55 persen.
Lalu, kelompok pendidikan sebesar 1,87 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,50 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,69 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,21 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,17 persen;
Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,64 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,37 persen.
“Inflasi tertinggi ini terjadi di Kota Palembang yaitu sebesar 0,95 persen dengan IHK sebesar 105,89 dan terendah di Kabupaten Muara Enim dengan inflasi sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 108,43,” tulisnya dalam keterangan resminya, Senin (2/11).
Untuk tingkat inflasi Month To Month (M to M) Sumsel pada Bulan November 2024 yakni sebesar 0,58 persen. Sedangkan, tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,70 persen. (AAL)

