RELUNG.ID – Nvidia dan Mercedes-Benz memperluas kemitraan untuk mengembangkan teknologi mengemudi otonom generasi berikutnya.
Kolaborasi ini menargetkan sistem berkendara otomatis SAE Level 4 yang memungkinkan kendaraan menjalankan seluruh tugas mengemudi secara mandiri dalam kondisi operasional tertentu, tanpa memerlukan pengambilalihan kendali oleh pengemudi.
Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan pengembangan teknologi bantuan mengemudi yang sebelumnya dilakukan kedua perusahaan, termasuk sistem Drive Pilot milik Mercedes-Benz. Sistem otonom Level 3 tersebut telah memperoleh persetujuan untuk digunakan di Eropa, tetapi masih memiliki sejumlah batasan operasional.
Pada implementasi yang disebutkan, Drive Pilot hanya dapat digunakan hingga kecepatan 95 kilometer per jam dan terbatas pada ruas jalan tertentu. Dalam sistem Level 3, pengemudi masih harus siap mengambil alih kendali ketika sistem meminta intervensi.
Melalui kemitraan yang diperluas, Mercedes-Benz akan menggabungkan keahlian dalam keselamatan kendaraan dan integrasi sistem dengan platform komputasi serta perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) dari Nvidia.
Nvidia menghadirkan sejumlah teknologi utama untuk mendukung pengembangan sistem tersebut. Salah satunya adalah Nvidia Hyperion, arsitektur komputasi dan sensor kendaraan yang dirancang untuk mendukung sistem mengemudi otonom.
Selain itu, Nvidia menyediakan Alpamayo Stack, perangkat lunak mengemudi yang dilengkapi kemampuan penalaran berbasis AI. Teknologi ini dirancang untuk membantu kendaraan memahami situasi di jalan dan menentukan respons terhadap berbagai kondisi berkendara.
Kedua perusahaan juga memanfaatkan Nvidia Halos, sistem keselamatan yang dirancang untuk mendukung redundansi dan mekanisme pengamanan guna mengurangi risiko ketika sistem otonom beroperasi.
Integrasi berbagai teknologi tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan kendaraan dengan kemampuan mengemudi otomatis yang lebih tinggi, termasuk dalam menghadapi situasi lalu lintas yang kompleks.
Sasaran utama kolaborasi Nvidia dan Mercedes-Benz adalah mencapai standar SAE Level 4. Pada tingkat ini, kendaraan mampu menjalankan seluruh tugas mengemudi dan menangani situasi berkendara secara mandiri selama berada dalam wilayah serta kondisi operasional yang telah ditentukan.
Berbeda dengan Level 3 yang masih mengharuskan pengemudi siap mengambil alih kendali, sistem Level 4 tidak memerlukan intervensi pengemudi selama beroperasi dalam batas kondisi yang didukung sistem.
Meski demikian, Level 4 belum berarti kendaraan dapat berkendara secara otomatis di semua jalan dan dalam segala kondisi cuaca maupun lingkungan. Kemampuan tersebut merupakan karakteristik yang dituju pada SAE Level 5, tingkat tertinggi dalam klasifikasi otomatisasi berkendara.
Pengembangan teknologi Level 4 membutuhkan kemampuan komputasi, sensor, perangkat lunak, serta sistem keselamatan yang mampu bekerja secara terintegrasi. Karena itu, penggabungan teknologi Nvidia dengan keahlian Mercedes-Benz dalam pengembangan kendaraan menjadi bagian penting dari strategi kedua perusahaan.
Selain mengembangkan kemampuan mengemudi otonom, kedua perusahaan berencana memperdalam integrasi antara Mercedes-Benz Operating System (MB.OS) dan platform Nvidia Hyperion.
MB.OS merupakan sistem operasi kendaraan yang dikembangkan Mercedes-Benz untuk mengintegrasikan berbagai fungsi elektronik dan digital di dalam mobil. Sementara itu, Hyperion menyediakan arsitektur komputasi dan sensor untuk mendukung pengoperasian sistem mengemudi otonom.
Integrasi yang lebih erat diharapkan memungkinkan berbagai komponen kendaraan bekerja secara lebih terpadu, mulai dari pemrosesan data sensor hingga pengambilan keputusan oleh perangkat lunak.
Kemitraan ini sekaligus mencerminkan persaingan industri otomotif dalam mengembangkan teknologi kendaraan otonom berbasis AI. Produsen mobil dan perusahaan teknologi kini berlomba menghadirkan sistem berkendara yang semakin canggih, dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai aspek utama.
Meski target pengembangan telah ditetapkan, kemampuan operasional, jadwal penerapan, dan ketersediaan teknologi Level 4 pada kendaraan produksi Mercedes-Benz tetap bergantung pada hasil pengembangan, pengujian keselamatan, serta persyaratan regulasi di masing-masing pasar. (LWM)

