RELUNG.ID – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan (Sumsel) mengusut tuntas kasus kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas setelah terlindas mobil rantis Brimob saat aksi di Jakarta.
Dalam aksinya, ADO Sumsel menekankan pentingnya keterbukaan penuh dari aparat. Ketua DPD ADO Sumsel, Asrul Indrawan, menegaskan pihaknya tidak ingin ada upaya menyamarkan kasus dengan hanya menyebut inisial pelaku.
“Kami di sini meminta keadilan yang besar untuk rekan kami Affan. Polisi harus menghukum pelaku sesuai undang-undang yang berlaku. Jangan hanya sebut inisial, buka nama lengkap dan jabatannya supaya publik tahu siapa yang bertanggung jawab,” tegas Asrul.
Asrul juga menuturkan bahwa Affan adalah driver layanan pesan antar makanan (GoFood) yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ia menyesalkan peristiwa tragis tersebut dan menilai transparansi kepolisian menjadi harga mati demi keadilan.
“Rekan kami itu mencari nafkah untuk keluarganya. Dari pagi hingga siang bekerja, sudah dizalimi aplikator, kini malah dibunuh dengan kejam. Ini tidak bisa dibiarkan. Jika nama pelaku saja ditutupi, bagaimana masyarakat bisa percaya pada keadilan?” ujarnya.
ADO Sumsel menyampaikan empat tuntutan pokok, yakni menyatakan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, mendesak Polri mengusut tuntas tindakan anarkis oknum Brimob, meminta pengungkapan kasus dilakukan secara transparan tanpa ditutup-tutupi, serta menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum. Mereka juga meminta Kapolri memberikan perhatian dan bantuan bagi keluarga korban.
Aksi solidaritas yang berlangsung tertib itu dikawal aparat kepolisian. Para driver ojol menegaskan bahwa gerakan ini murni bentuk solidaritas dan perjuangan moral, tanpa muatan provokasi.
“Kami ingin aparat berlaku adil, transparan, dan membuka identitas pelaku tanpa inisial. Jangan sampai kepercayaan masyarakat semakin runtuh,” tutup Asrul.[THQ]

