RELUNG.ID – Aksi massa penolakan terhadap wacana kenaikan gaji anggota DPR ikut berimbas di Kota Makassar.
Massa nekat membakar gedung DPRD Kota Makassar hingga berujung delapan orang menjadi korban.
Hal ini diakui oleh Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, M Fadli, Sabtu dini hari (30/8/2025).
Dia mengatakan, usai pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, pihaknya langsung menerjunkan tim penyelamat untuk mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gedung.
Dari operasi tersebut, pihaknya berhasil mengevakuasi delapan orang, tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Mereka yakni Sarinawati (26), Staf DPRD Makassar. Ditemukan tim evakuasi dalam kondisi hangus terbakar dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara.
Selanjutnya, Syaiful (43) meninggal di rumah sakit Grestelina dalam kondisi terbakar. Korban diketahui Staf Kecamatan Ujung Tanah. Lalu Abay staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.
“Jenazahnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara,” terangnya.
Selain tiga orang meninggal, pihaknya mengevakuasi dua orang, masing-masing Budi Haryati (30) pegawai DPRD Makassar dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma serta Heriyanto (28) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Grestelina mengalami luka berat karena melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel.
Korban luka sedang bernama Sahabuddin (45) pegawai DPRD Makassar di rujuk ke Rumah Sakit Hermina mengalami kondisi sakit pada bagian pinggul karena melompat dari lantai 2 saat kebakaran berlangsung.
Selanjutnya, Arif Rahman Hakim (28) pegawai DPRD Makassar, luka sedang terkena lemparan batu dan telah dirawat di Rumah Sakit Grestelina.
Kemudian, Agus Setiwawan (32) pegawai DPRD Makassar mengalami sakit pada bagian punggung dan telah dirawat di Rumah Sakit Hermina. (KPB)

