RELUNG.ID- Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki didesak mundur sebagai kepala daerah lantaran dinilai tak mampu mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ada di wilayahnya sendiri.
Dalam postingan yang di upload oleh akun Instagram @sumselfyp, caption tangkapan layar Derict Massage (DM) ke akun @muchendi menuliskan kata-kata menohok.
Muchendi dianggap tak serius menangani Karhutla di OKI sehingga jumlah kebakaran terus bertambah setiap hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat, jumlah hotspot saat ini mencapai 2.041 titik. Kabupaten OKI berada di ranking satu dimana hotspot mencapai 1.099 titik.
“Besak uap kau Muchendi, begerak-begerak palak uwak kau. Kalo kau serius nangani kebakaran ini dak mungkin nambah terus tiap hari titik apinyo. Belom mampu kauni jadi Bupati, katek ilmunyo, mundurla bae kalo kau ado malu,”tulis caption dalam DM.
Potongan gambar itu juga menujukkan, warganet berkirim pesan ke Muchendi sebagai Bupati. Pengirim pesan mempertanyakan tindakan yang diambil Muchendi di Kabupaten OKI.
“Mano uji kamu la ditangani???Ngapo nambah lagi???Begawe idak kau ni. Ktek guno jd retinyo rapat dengan 100 kades kemarin,”tulis pengirim pesan.
Akun @muchendi kemudian membalas pesan tersebut.
“Bukan bae bepikir, begerak jg,”balas akun @muchendi.
“Buktinyo pak. Sampai hari ini OKi masih tetinggi,”timpal akun pengirim pesan.
“Betul paling tinggi krn wilyah nyo jugo paling luas. Mohon doanyo, semoga tim dilapangan diberikan kekuatan dan kemampuan,”@muchendi.
“iyo jingokke be hehe, cakmno nian gawe kamu,”tulis pengirim pesan.
Muchendi pun merespon dengan emotion jempol.
Gubernur Sumsel dan Bupati OKI Sempat Kumpulkan Kades

Pada Minggu (4/10/2026) kemarin, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKI Muchendi sempat mengumpulkan para kades di wilayah rawan karhutla. Dari 101 desa yang diundang, sekitar 80 kepala desa hadir bersama camat, Manggala Agni, MPA, Karang Taruna, dan perwakilan perusahaan yang hadir.
“Per hari ini yang tertinggi ada di Desa Sungai Bungin, kemudian Jungkal, Sungai Ceper, Cengal, dan Pangkalan Lampam. Di sini banyak masyarakat yang terdampak,” ujar Muchendi.
Ia mengatakan, masyarakat di Desa Sungai Bungin telah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) yang mendapat dukungan dari perusahaan. Selain itu, sebanyak 730 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni dikerahkan dan dikoordinasikan dengan unsur perusahaan sebanyak 176 personel.
Penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat juga dilakukan. Puskesmas telah diarahkan untuk memberikan vitamin kepada kelompok masyarakat rentan, termasuk anak-anak SD dan SMP serta lansia, sekaligus membagikan masker.
“Kami terus berusaha dan berjuang dengan semua pihak,” kata Muchendi.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dirinya sengaja mengumpulkan para kepala desa karena mereka merupakan pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat sekaligus pihak yang paling memahami karakter wilayah masing-masing.
“Kalian putra daerah di sini, tahu cerita panjang bagaimana titik api terjadi di sini. Mungkin yang paling kompeten untuk menjadi panglima pemadaman ini adalah kepala desa di sini,” katanya.
Ia menyebutkan, persoalan karhutla harus dibedah hingga ke tingkat desa. Selain bagaimana memadamkan api, pemerintah perlu menemukan akar penyebab sekaligus merumuskan langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat dikurangi pada masa mendatang.
“Apa yang kita inginkan sekarang ada dua. Bagaimana kita kurangi atau hilangkan titik api dan bagaimana mencegahnya ke depan. Karena itu kita perlu berdiskusi,” jelasnya.
Herman Deru juga menyoroti dugaan bahwa sebagian besar karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia. Karena itu, pendekatan penanganan tidak cukup hanya dengan pemadaman, tetapi juga perlu memahami aktivitas masyarakat dan pengelolaan lahan di masing-masing desa.
“Pertemuan ini untuk membedah tanggung jawab. Siapa tahu ada solusi yang berbeda antar desa. Yang terpenting kepedulian kita dulu. Kita diskusikan dan tumpahkan semua apa penyebabnya dan rumus apa untuk menyelesaikan ini,” katanya.

