RELUNG.ID – Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri No. 400.5.7/8790/Bangda tanggal 24 November 2025 Perihal Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Tahun 2025. Kabupaten OKU Timur dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota Sehat (Swesti Saba) Tahun 2025.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati OKU Timur, Lanosin, melalui zoom meeting di Aula Bappeda dan Litbang kabupaten OKU Timur, Jumat (28/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Lanosin mengungkapkan rasa syukurnya atas predikat kabupaten/kota sehat yang telah dipertahankan sejak tahun 2022 hingga 2025 ini.
“Alhamdulillah, tahun ini kita masih bisa mempertahankan predikat kabupaten sehat. Kali ini kita berada di peringkat ke 7 se Indonesia,” ungkapnya.
Ia menegaskan, 3 pilar kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipertahankan, yaitu kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Hal ini selaras dengan arah kabupaten/kota sehat dan index Pembangunan Manusia (IPM) bahkan umur harapan hidup.
“Hal ini harus kita pertahankan, bagaimana kita berpromotif termasuk seluruh stakeholder dan juga TP PKK turut serta dalam memberikan promosi hidup sehat,” jelasnya.
Menurut Enos, Kabupaten/kota sehat harus diiringi dengan segala macam instrumennya, yakni komitmen yang telah kita tanda tangani bersama. Verifikasi tentang administrasi dan survey ke lapangan.
“Jika ada yang terlihat kurang, saya mohon ke depannya kepada dinas terkait harus segera menindak lanjuti. Saya selaku Bupati OKU Timur mengucapkan terima kasih untuk seluruh team yang telah membuat Kabupaten OKU Timur ini mendapat predikat Kabupaten/kota sehat tahun 2025,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengucapkan, selamat kepada daerah yang sudah meraih prestasi setiap 2 tahun sekali ini untuk Kabupaten/kota yang paling sehat.
“Definisi sehat adalah penduduknya usia yang paling panjang rata-rata usia penduduk Indonesia 72 tahun dan rata-rata usia hidup sehat 60 tahun. Target RPJM 2029 naik dari 72 tahun ke 75 tahun. Ini bukan hanya tugas Kemenkes tapi juga seluruh Kepala Daerah,” pungkasnya. (LWM)

