RELUNG.ID-Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video ritual mandi ‘celup’ yang dilakukan di sebuah padepokan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Ritual tersebut dinarasikan dapat mendatangkan kekayaan dan jodoh, sehingga memicu tudingan sebagai ajaran sesat. Menanggapi hal itu, pihak padepokan membantah keras tuduhan tersebut.
Ritual yang viral itu diketahui berlangsung di Padepokan Lembah Dzikir, Kampung Salahuni, Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berendam di kolam, sementara seorang pria lain berkopiah hitam memegangi kepalanya dan melantunkan doa berbahasa Arab sebelum menenggelamkannya ke dalam air selama beberapa detik.
Pimpinan Padepokan Lembah Dzikir, H Nasrudin, menegaskan bahwa ritual mandi ‘celup’ yang ramai diperbincangkan bukan ajaran sesat, melainkan bagian dari rangkaian riyadhoh atau latihan spiritual bagi para jemaah yang mondok di padepokan tersebut.
“Yang viral itu sebenarnya mandi tobat. Ini bagian dari proses riyadhoh, selain puasa dan zikir. Bukan ritual untuk mencari kekayaan secara instan,” kata Nasrudin saat ditemui di padepokannya, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, narasi yang beredar di media sosial tidak utuh dan cenderung menyesatkan. Menurutnya, mandi tobat dimaknai sebagai upaya membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Intinya mandi itu agar bersih. Kalau sudah bersih, orang bisa bekerja dengan baik. Begitu juga soal jodoh, masa tidak mandi dulu? Jadi ini soal kesiapan diri, bukan jaminan langsung kaya atau dapat jodoh,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kang Jimam itu juga menepis anggapan bahwa aktivitas di padepokannya menyimpang dari ajaran agama. Ia menegaskan seluruh amalan yang dilakukan memiliki dasar keilmuan dan sanad yang jelas dari para ulama terdahulu.
“Sanadnya jelas, ada rujukannya. Mandi tobat, puasa kafarat, zikir, semuanya ada dalam referensi kitab. Kalau ini sesat, keluarga saya yang berlatar belakang pesantren pasti yang pertama menegur,” tegasnya.
Nasrudin mengungkapkan, setelah video tersebut viral, sejumlah ulama datang langsung ke padepokannya untuk memastikan kebenaran informasi. Setelah diberikan penjelasan dan ditunjukkan referensi kitab yang digunakan, para ulama tersebut dapat memahami praktik yang dijalankan.
Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan di Padepokan Lembah Dzikir adalah mengajak masyarakat untuk kembali beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kalau ibadahnya maksimal, hati tenang, kepercayaan diri meningkat, usaha juga jadi lebih baik. Dari situlah rezeki dan jodoh bisa datang. Bukan karena ritualnya, tapi karena perubahan pribadi orang itu sendiri,” pungkasnya.[YKP]

