RELUNG.ID – Kualitas udara di Kota Palembang kian memburuk akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (17/9/2026).
Hal ini terbukti dari kualitas udara di Kota Palembang masuk kategori level berbahaya.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Konsentrasi Partikulat atau PM2.5 berada di angka 277,3 untuk pengukuran di wilayah Musi 2 Palembang dan 259,6 untuk pengukuran di wilayah Talang Betutu Palembang.
Kedua angka tersebut tercatat pada pukul 07.00 WIB, dan berada di level berbahaya.
Sedangkan, berdasarkan pengukuran IQAir, kualitas udara di Palembang menembus angka 425 pada pukul 08.00 WIB dan masuk dalam kategori berbahaya.
Dari pemantauan di lapangan, kondisi kabut asap ini telah terjadi sejak dini hari dan semakin pekat pada pukul 07.00 WIB.
“Kabut asapnya makin pekat hari ini,” kata salah satu warga Palembang, Alghazali.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.
“Kami imbau kurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di area yang terpapar asap,” imbaunya. (LWM)

