Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pala Papua Dilirik Industri Parfum Dunia, Perempuan Adat Jadi Motor Inovasi

Regional

Pala Papua Dilirik Industri Parfum Dunia, Perempuan Adat Jadi Motor Inovasi


RiyadiBy Riyadi02/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Pala Papua menjadi industri parfum dunia. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Di tengah lebatnya hutan Papua Barat, sekelompok perempuan adat tengah membalik nasib lewat inovasi berbasis kearifan lokal. Dipimpin oleh Mama Siti (52), mereka menjadikan buah pala warisan leluhur yang sakral sebagai komoditas bernilai tinggi, bahkan kini dilirik industri parfum dunia.

Berbasis di Desa Pangwadar, Kecamatan Kokas, Kabupaten Fakfak, kelompok ini terdiri dari 118 perempuan yang terlibat aktif dalam proses pengolahan pala. Mulai dari pembersihan, pemisahan biji dan daging buah, hingga pengeringan dengan sinar matahari dilakukan secara telaten dan kolektif.

Para pria biasanya bertugas memanjat dan memanen buah yang telah matang dari pohon-pohon tua di hutan.

Baca juga :   Polisi Tangkap Pelaku Curanmor yang Gasak Motor Bidan di Lubuklinggau

“Pohon pala adalah kehidupan bagi kami. Ia ibarat perwujudan perempuan, dan tabu bagi kami untuk menebangnya,” ujar Mama Siti, yang juga menjadi dewan pengawas koperasi petani perempuan adat.

Kepercayaan dan tradisi lokal menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan panen. Dua bulan sebelum musim panen, warga menggelar upacara adat bernama wewowo, di mana pohon-pohon pala “dipakaikan kebaya” sebagai simbol larangan memetik buah sebelum waktunya.

Namun, nilai jual yang fluktuatif dan panen yang hanya terjadi dua kali setahun menjadi tantangan besar. Banyak petani hanya bergantung pada pala sebagai pekerjaan musiman.

Baca juga :   Rekam Jejak Agus Fatoni, Empat Kali Jabat Pj Gubernur Kini Bakal Pimpin Papua

Melihat situasi itu, organisasi Kaleka menggagas inisiatif Wewowo Lestari, sebuah program berbasis komunitas yang melatih para perempuan mengolah pala secara berkelanjutan dengan standar tinggi.

Pelatihan mencakup teknik pemrosesan, penggunaan solar dryer, hingga standarisasi mutu yang meningkatkan nilai jual pala hingga 13–40 persen.

Asisten Badan Eksekutif Kaleka, Venticia Hukom, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menggandeng laboratorium Association Francaise des Dieteticiens Nutritionnistes (AFDN) asal Prancis untuk mengembangkan pala Papua menjadi bahan baku parfum.

Baca juga :   Ajukan Sejak 2022, Sertifikat Prona Ratusan Warga di Desa Lekis Rejo Tak Kunjung Diterbitkan

Penelitian berhasil meningkatkan oil extraction rate pala dari 1 persen menjadi 3,5 persen, menjadikannya layak untuk produk parfum dan kosmetik berkualitas tinggi.

“Dulu pala Papua sering diabaikan karena kadar minyaknya rendah. Sekarang, dengan teknologi dan pendekatan berbasis data, pala ini dilirik brand besar seperti Hermes dan Chanel,” ungkap Venticia.

Dampak positif inisiatif ini bukan hanya pada peningkatan pendapatan hingga 40 persen lebih tinggi dibanding menjual ke tengkulak tetapi juga menjaga kelestarian hutan. Melalui koperasi Mery Tora Qpohi, petani kini menjual pala langsung ke pasar yang lebih luas.

Baca juga :   Asap Karhutla Memburuk, Dinkes Sumsel Wanti-wanti Ancaman ISPA

Tak hanya minyak atsiri, mereka juga mengolah bagian lain dari pala seperti daging buah menjadi sirup dan manisan yang dijual di pasar lokal hingga kafe-kafe di Fakfak. Langkah ini menekan limbah dan meningkatkan nilai tambah komoditas.

Mama Siti menegaskan, “Kami tak hanya menanam dan memanen, tapi juga menjaga warisan. Pala bukan sekadar hasil bumi, ia adalah bagian dari hidup kami. Kini kami bisa menjaga hutan sekaligus memperbaiki ekonomi keluarga.”

Melalui Wewowo Lestari, perempuan adat Papua Barat tak hanya menjaga tradisi, tapi juga memimpin perubahan. Dengan pendekatan ekonomi restoratif, mereka membuktikan bahwa pelestarian alam dan inovasi bisa berjalan beriringan.[YKP]

Industri Parfum Motor Inovasi Pala Papua Perempuan Adat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHercules Minta Maaf ke Sutiyoso, tapi Ogah ke Gatot Nurmantyo

Next Article 13 Mei, Samsung Galaxy S25 Edge Bakal Meluncur
Riyadi

Related Posts

Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20269 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,923 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,795 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,768 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?