Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Palembang Kembali Banjir, Pengamat: Ini Teras Kota, Kok Seperti Kubangan?
Regional

Palembang Kembali Banjir, Pengamat: Ini Teras Kota, Kok Seperti Kubangan?

RiyadiBy Riyadi10/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Banjir yang menggenangi Jalan Letnan Simanjuntak, Kecamatan Kemuning Palembang. (Relung/Fauzi)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang sejak Senin (10/11/2025) dini hari kembali menyingkap lemahnya sistem drainase dan pengendalian banjir di kota ini.

Dalam hitungan jam, sejumlah ruas jalan utama tergenang air dan berubah menjadi “sungai dadakan”, membuat ribuan warga terjebak berjam-jam di tengah kemacetan panjang.

Hujan yang mulai turun sekitar pukul 01.45 WIB disertai petir dan angin kencang baru mereda menjelang subuh. Namun, dampaknya masih terasa hingga pagi. Parit-parit meluap, kolam retensi gagal menampung debit air, dan genangan tinggi membuat kendaraan merambat pelan di sejumlah titik vital kota.

Baca juga :   Konflik Pemkot Pagaralam–PTPN I Memanas, Askweni Turun Tangan

Titik banjir paling parah terjadi di Jalan Kolonel H. Burlian KM 7,5 depan Punti Kayu. Debit air dari parit yang tak tertampung menyebabkan badan jalan tergenang hingga setinggi setengah ban motor. Akibatnya, kendaraan roda dua banyak yang mogok, sementara arus lalu lintas mengular hingga Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

“Saya terjebak hampir satu jam di kawasan Punti Kayu, kendaraan tidak bisa bergerak karena air sudah menutupi jalan,” ujar Agit salah satu pengendara motor.

Kondisi serupa juga terjadi di KM 5 kawasan Pasar Tradisional, di mana aktivitas pedagang bertemu dengan genangan air yang tak kunjung surut.

Baca juga :   Jembatan Ampera Steril Saat Malam Pergantian Tahun, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Sementara itu, di Simpang Polda Sumsel, kolam retensi yang seharusnya menjadi penampung justru meluap ke badan jalan. Air bahkan mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik.

“Sudah biasa banjir di sini, apalagi kalau hujan deras malam hari. Tapi parahnya sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pemerintah,” kata Dayat, warga sekitar Simpang Polda.

Selain kawasan utama, banjir juga merendam permukiman warga di Sekip, Pipa Reja, Basuki Rahmat, dan Kertapati. Warga bahkan mengaku sudah terbiasa dengan kondisi ini setiap kali hujan deras turun.

Baca juga :   Zona Merah Karhutla di Sumsel Meluas, 10 Daerah Masuk Status Siaga Tinggi

“Jam lima subuh air mulai masuk rumah. Sekarang sudah selutut orang dewasa,” tutur Nurmala (43), warga Jalan Letnan Simanjuntak, belakang Taman Makam Pahlawan.

Menanggapi kondisi tersebut, pengamat sosial Bagindo Togar menilai banjir di Palembang bukanlah hal baru, namun menjadi bukti nyata lemahnya keseriusan pemerintah kota dalam mengatasi masalah klasik ini.

“Kalau pemerintah kota serius, banjir seperti di Simpang Polda tidak akan terjadi lagi. Itu kan jantung kota, terasnya Palembang. Kok bisa seperti kubangan?” ujarnya.

Baca juga :   Aturan Solar Malam Hari Dinilai Rugikan Sopir dan Pengusaha Truk, APTRINDO Sebut Potensi Kerugian Capai Rp60 Miliar

Bagindo menyebut kawasan Simpang Polda seharusnya menjadi etalase kota, bukan wilayah langganan genangan. Ia menilai situasi ini memperlihatkan gagalnya tata kelola drainase perkotaan.

“Ini yang memalukan, karena lokasi strategis yang jadi pintu masuk kota justru terendam air setiap hujan turun. Polda Sumsel sendiri jadi korban paling repot karena aksesnya terganggu,” katanya.

Ia mendesak Pemkot Palembang dan dinas terkait segera melakukan langkah konkret untuk perbaikan sistem drainase secara permanen, bukan hanya tindakan darurat setiap kali banjir datang.

Baca juga :   Tekan Angka Kecelakaan dan Tingkatkan Kedisiplinan Pengendara, Polres Muara Enim Gelar Operasi Zebra Musi 2025

“Drainase di Palembang ini mungkin salah satu yang terburuk di Indonesia. Pemerintah harus berhenti bertindak seperti pemadam kebakaran baru heboh saat banjir, lalu hilang setelah air surut,” tegasnya.

Bagindo menambahkan, banjir kali ini menjadi peringatan keras bahwa Palembang semakin rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan lemahnya infrastruktur dasar kota.

“Kota ini butuh solusi jangka panjang, bukan pencitraan sesaat,” pungkasnya.[FZP]

Banjir Drainase Lumpuh Kubangan Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHeboh Ledakan SMA 72! Prabowo Soroti Pengaruh Buruk Game Online
Next Article Amad, Saksi Hidup Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Masih Semangat di Usia 103 Tahun
Riyadi

Related Posts

Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20260 Views
Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,923 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,795 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,768 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?