Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Amad, Saksi Hidup Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Masih Semangat di Usia 103 Tahun
Regional

Amad, Saksi Hidup Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Masih Semangat di Usia 103 Tahun

RiyadiBy Riyadi10/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Amad mengenakan seragam veteran lengkap dengan deretan pin penghargaan di dada. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Semangat arek-arek Suroboyo yang berkobar pada pertempuran 10 November 1945 masih membara di dada Amad, veteran perang yang kini berusia 103 tahun. Ia menjadi saksi hidup peristiwa heroik perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit), momen yang memicu pertempuran besar di Surabaya dan menjadi cikal bakal Hari Pahlawan.

Dengan tubuh renta namun sorot mata yang tetap tegas, Amad mengenakan seragam veteran lengkap dengan deretan pin penghargaan di dada. Ia tersenyum saat mengenang hari-hari penuh semangat 80 tahun silam.

“Usia boleh tua, tapi semangat tetap muda,” ujarnya lirih, Minggu (9/11/2025).

Baca juga :   BMKG Sumsel: Suhu Panas Tembus 35 Derajat, Warga Diminta Waspadai Dehidrasi dan Karhutla

Pada September 1945, Amad yang kala itu masih berusia sekitar 20 tahun tinggal di sebuah warung di kawasan Jalan Kedungturi, Surabaya. Ia membantu berjualan nasi sambil mengikuti dinamika kota yang tengah bergolak usai proklamasi kemerdekaan.

Tanggal 19 September 1945, pagi hari, ia mendengar keributan di luar. Sejumlah pemuda berteriak sambil memukul tiang listrik, menyerukan ajakan merobek bendera Belanda yang kembali dikibarkan di atas Hotel Yamato.

“Anak-anak muda di Kedungturi teriak-teriak, ‘Ayo ke Yamato, robek benderanya!’,” kenang Amad.
“Saya jawab, ke situ tinggi, tak carikan tangga dulu. Saya yang pertama kali kepikiran cari tangga.”

Baca juga :   Kenaikan HET LPG 3 Kilogram Dinilai Wajar, DPRD Sumsel: Asalkan Tidak Langka

Amad lalu mencari tangga di sekitar hotel. Tangga pertama dipasang, namun tak cukup tinggi. Ia berlari lagi sejauh sekitar 10 meter untuk mencari tambahan tangga hingga akhirnya para pemuda bisa naik ke puncak bangunan dan merobek bagian biru bendera Belanda, menyisakan merah putih yang berkibar gagah di langit Surabaya.

“Paling tinggi sekitar enam sampai tujuh meter. Setelah dirobek, terdengar enam kali tembakan dari arah hotel. Arek-arek langsung berpencar,” tutur Amad.

Siang hari setelah kejadian itu, Amad kembali ke Kedungturi lalu berjalan menuju Jalan Tidar. Di sanalah ia bertemu dengan Bung Tomo, tokoh yang kelak menjadi simbol perlawanan rakyat Surabaya.

Baca juga :   Hotspot Sumsel Tembus 117 Titik, Ancaman Karhutla Meningkat Jelang Puncak Musim Kemarau

“Kami berkenalan. Bung Tomo tanya asal saya, lalu mengajak ke gudang senjata tentara Jepang,” kisahnya.

Gudang itu terkunci rapat. Namun dengan batu, mereka berhasil menjebol gembok dan menemukan banyak senjata di dalamnya.

Senjata-senjata tersebut kemudian dibawa menggunakan becak menuju Jalan Mawar, tempat para pemuda berkumpul dan bersiap menghadapi serangan Belanda.

Baca juga :   Pemkab Muratara Tetapkan Jam Kerja PNS Selama Bulan Ramadhan

“Jam 10 malam kami kumpul di Jalan Mawar. Banyak pengungsi di sana. Seminggu kemudian pesawat Belanda datang dari timur,” ucap Amad.

Surabaya kemudian dibombardir oleh pesawat-pesawat Belanda dari udara. Ledakan mengguncang berbagai penjuru kota, listrik padam, dan malam Surabaya gelap gulita.

Namun di tengah situasi itu, semangat perlawanan tak surut.

Baca juga :   Imbauan Diabaikan, Pedagang di Jembatan Pulau Mas Semakin Ramai

“Bung Tomo teriak tiga kali ‘Allahu Akbar!’ sebelum menyerang. Kami tidak takut mati,” kata Amad dengan nada bergetar.
“Bung Tomo orangnya sederhana, tidak sombong, dan saling menghargai. Karena itu semangat kami besar sekali.”

Amad mengaku tidak pernah melupakan peristiwa tersebut. Setiap 19 September, ia selalu menyempatkan diri datang ke Hotel Yamato sekarang Hotel Majapahit hanya untuk menatap tiang bendera dan mengenang masa-masa perjuangan.

“Hotel itu sudah berubah, tapi semangatnya tidak pernah hilang,” tutupnya.[YKP]

Amad Bendera Belanda Hotel Yamato Saksi Hidup
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePalembang Kembali Banjir, Pengamat: Ini Teras Kota, Kok Seperti Kubangan?
Next Article OTT Bupati Ponorogo: Suap Jabatan hingga Dugaan Main Proyek RSUD, KPK Sita Rp500 Juta
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,907 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,780 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,752 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?