Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Papua Nugini: Negeri dengan Keanekaragaman Bahasa Terbesar di Dunia
Lifestyle

Papua Nugini: Negeri dengan Keanekaragaman Bahasa Terbesar di Dunia

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda04/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Mount Hagen city, Western Highlands Province, Papua New Guinea - August 17, 2024 : Portrait of two Papuan tribal men from Tambul district with their face painted in bright colors, wearing multicolored accessories all crafted from natural items, marching, participating in Sing Sing Festival. The Western Highlanders are famous for their impressive headdresses decorated with huge feathers and shells, and bright face paint. Sing-Sing, the world-famous annual show is a gathering of tribes or villages in Papua New Guinea where locals show their clan's distinct culture, dance and music and share traditions. The first Sing Sing was held in Goroka in 1957. Instead of fighting over their differences, the idea was to get together, celebrate diversity and socialize peacefully.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Papua Nugini mungkin bukan negara terbesar di dunia, tetapi dalam hal keragaman bahasa, negeri ini tak tertandingi. Dengan sekitar 840 bahasa yang masih digunakan hingga kini, Papua Nugini menjadi negara dengan jumlah bahasa terbanyak di dunia—mewakili lebih dari 10 persen dari total bahasa global. Uniknya, keragaman luar biasa ini hadir dalam populasi yang hanya sekitar 10 juta jiwa.

Secara resmi, Papua Nugini mengakui tiga bahasa nasional: Hiri Motu, Tok Pisin, dan Inggris. Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa utama dalam pemerintahan dan pendidikan, warisan dari sejarah kolonialnya yang dimulai pada abad ke-19. Sebelum merdeka pada 1975, negara ini sempat berada di bawah kendali Inggris, lalu Australia.

Sementara itu, Tok Pisin berkembang sebagai bahasa Creole berbasis bahasa Inggris, yang muncul dari interaksi para pekerja perkebunan pada abad ke-19. Nama “Tok Pisin” sendiri berarti “bicara burung,” mencerminkan sifat campuran bahasa ini. Meski banyak kosakatanya berasal dari bahasa Inggris, Tok Pisin juga menyerap unsur dari berbagai bahasa lokal dan asing.

Di sisi lain, Hiri Motu adalah bentuk sederhana dari bahasa Motu, yang berasal dari kawasan sekitar Port Moresby. Berbeda dengan Tok Pisin, Hiri Motu lebih mempertahankan akar bahasa Austronesia dengan struktur yang lebih sederhana, memungkinkan komunikasi lebih mudah antara kelompok dengan bahasa ibu yang berbeda.

Namun, di luar ketiga bahasa nasional ini, Papua Nugini masih memiliki ratusan bahasa lokal yang tetap hidup dan digunakan sehari-hari. Medan geografis yang terjal, pegunungan tinggi, dan hutan lebat secara historis membuat masyarakat setempat hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang terisolasi. Kondisi ini menghambat penyebaran budaya dan bahasa, sehingga menyebabkan terbentuknya komunitas dengan bahasa yang unik di setiap wilayah.

Selain dalam linguistik, keberagaman Papua Nugini juga tampak dalam struktur genetik penduduknya. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Science pada 2017 menemukan bahwa perbedaan genetik antar kelompok di Papua Nugini sangat mencolok, bahkan lebih besar dibandingkan perbedaan antara populasi di seluruh Eropa atau Asia Timur.

“Kami menemukan perbedaan mencolok antara masyarakat di dataran tinggi dan mereka yang tinggal di dataran rendah, dengan pemisahan genetik yang sudah terjadi sejak 10.000-20.000 tahun lalu,” ujar Profesor Stephen J. Oppenheimer dari Wellcome Trust Centre for Human Genetics, Universitas Oxford.

Menurutnya, meskipun perbedaan budaya antara masyarakat dataran tinggi dan rendah masuk akal karena gaya hidup mereka yang terpisah, pembatas genetik yang begitu kuat dalam kelompok yang secara geografis berdekatan tetap menjadi fenomena yang luar biasa.

Kekayaan budaya dan bahasa Papua Nugini menjadi bukti bahwa keanekaragaman bisa tetap terjaga meskipun dunia terus berkembang. Negeri ini bukan hanya rumah bagi ribuan suku dan bahasa, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah manusia selama ribuan tahun. [TRA]

Bahasa Papu Nugini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKotak Amal Masjid di Palembang Dibobol Maling, Uang Rp 3 Juta Raib
Next Article MK Tolak Gugatan PHPU Pilkada Pagar Alam, “Luber” Resmi Jadi Pemenang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20266 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,008 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,878 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,851 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?