Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pasokan FAME Tersendat, Antrean Biosolar di Sumsel Mengular, Tujuh Vendor Disorot
Regional

Pasokan FAME Tersendat, Antrean Biosolar di Sumsel Mengular, Tujuh Vendor Disorot

alwiBy alwi08/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Sekda Sumsel Edward Candra dan Region Manager Retail Sales PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ayub Ritto. (Thoriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Selatan ternyata tidak hanya dipicu meningkatnya permintaan Biosolar.

Gangguan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan campuran utama dalam produksi Biosolar, turut menjadi persoalan yang kini disoroti Pemerintah Provinsi Sumsel.

Baca juga :   Prilly Latuconsina Minta Maaf Usai Kontroversi Unggahan #OpenToWork di LinkedIn

Dari hasil rapat antara Pemprov Sumsel dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, terungkap distribusi FAME dari sejumlah pemasok mengalami hambatan. Kondisi tersebut membuat pasokan bahan baku untuk proses blending Biosolar tidak tiba sesuai jadwal.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan persoalan tersebut diketahui setelah pemerintah daerah meminta penjelasan atas antrean Biosolar yang dalam beberapa hari terakhir semakin panjang.

“Beberapa hari belakangan ini kita tidak bisa tutup mata bahwa antrean semakin panjang,” ujar Herman Deru usai rapat di Griya Agung Palembang, Selasa (8/9/2026).

Baca juga :   15 Warga Sumsel yang Terjebak di Kamboja Dipastikan Aman, Gubernur Siap Tanggung Biaya Pulang

Menurut Deru, Pertamina Patra Niaga mengakui adanya hambatan dalam distribusi FAME sebelum bahan tersebut diolah melalui proses pencampuran menjadi Biosolar dan disalurkan ke SPBU.

“Jadi ketika kita tanyakan dengan Pertamina Patra Niaga, ternyata memang ada hambatan di distribusi FAME-nya. Jadi sebelum di-blending menjadi Biosolar yang akan didistribusikan ke SPBU,” katanya.

Gangguan distribusi membuat Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel harus mencari alternatif pasokan dari wilayah lain. Salah satunya dengan mendatangkan FAME dari Lampung untuk menjaga produksi dan ketersediaan Biosolar.

Baca juga :   Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Caleg PPP di Tol Palembang-Indralaya : Pecah Ban Belakang

Herman Deru menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi sebelum berdampak pada masyarakat.

Menurutnya, stok Biosolar harus dijaga secara berkelanjutan dan tidak boleh sampai kosong akibat keterlambatan pasokan bahan baku.

Ia pun meminta agar seluruh pihak, termasuk para pemasok FAME, duduk bersama membahas persoalan distribusi tersebut.

Baca juga :   Mantan Bupati Banyuasin, Askolani Bersilaturahmi dengan Mantan Gubernur Sumsel di Palembang

Deru bahkan mengusulkan agar penggunaan vendor lokal lebih diprioritaskan. Pasalnya, Sumsel memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang cukup besar dengan luas mencapai sekitar 1,4 juta hektare.

“Nah, maka tadi saya sarankan untuk kita undang vendor itu. Kita juga sarankan kepada pemangku kebijakan, kenapa tidak ambil khusus vendor dari lokal saja? Jangan yang dari Sulawesi, dari Dumai jauh-jauh itu,” ungkapnya.

Region Manager Retail Sales PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ayub Ritto membenarkan adanya sejumlah keterlambatan pengiriman FAME dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga :   Tertib dan Tentram, Aksi Ojol di Mapolda Sumsel Tanpa Anarkis dan Diisi Doa Bersama

Ia menjelaskan FAME bukan produk yang diproduksi Pertamina. Bahan tersebut dipasok melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang telah ditetapkan sebagai vendor.

Terdapat tujuh perusahaan pemasok FAME untuk kebutuhan tersebut, yakni Wilmar Bioenergi Indonesia, Pelita Agung Agriindustri, Tunas Baru Lampung, Sari Dumai Sejati, Energi Unggul Persada, LDC Indonesia, dan Multinavita Sulawesi.

Menurut Ayub, jadwal pengiriman dari vendor sebenarnya telah disusun sebelumnya. Namun, apabila pengiriman mengalami hambatan, Pertamina meminta pemasok memberikan penjelasan dan memenuhi komitmen pasokan.

“Ketika ada kendala kami pasti tanya sama vendor kenapa ada kendala. Memang ada beberapa keterlambatan di bulan ini,” ujarnya.

Baca juga :   Sempat Antar Istri Pulang, Pria Asal Bengkulu Ini Ditemukan Tewas Tergantung di Toko

Ia menambahkan, para vendor tersebut pada dasarnya telah memiliki kewajiban dan komitmen memasok FAME sesuai kebutuhan.

“Vendor-vendor ini sudah ditetapkan dan sebenarnya dalam konteks mereka siap kirim. Tapi ketika dia tidak terkirim, pasti dia punya justifikasi dan kita pun sudah menyampaikan kepada mereka untuk memenuhi komitmen yang diminta,” katanya.

Selain gangguan distribusi FAME, Pertamina mencatat adanya peningkatan permintaan Biosolar sepanjang Agustus hingga September 2026.

Baca juga :   Berangkat 17 Agustus Naik Kereta Api, Dapat Diskon 20 Persen

Menurut Ayub, kenaikan konsumsi diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan sektor usaha menjelang akhir tahun.

“Di bulan Agustus dan September ini kami melihat ada beberapa peningkatan permintaan. Khusus solar ini meningkat. Kalau kami melihat karena mereka mengejar akhir tahun, jadi peningkatannya cukup tajam,” bebernya. (THQ)

Antrean Biosolar Biosolar FAME Gubernur Sumsel Herman Deru
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRudapaksa Wanita Disabilitas, Pria di Muratara Ditangkap
Next Article Aksi Curanmor di Sukawinatan Palembang Terekam CCTV, Motor Parkir Dalam Pagar Raib
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,867 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?