RELUNG.ID – Seorang pedagang beras dan kelapa yakni Dwi Unggul Setiawan (31) harus kehilangan uang tunai sebesar Rp38 juta usai menjadi korban kawanan copet di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang.
Atas kejadian tersebut, Dwi yang tercatat sebagai warga Jalan Langgar, Kecamatan Sako, Palembang ini membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Senin (8/12) siang.
Ditemui usai membuat laporan polisi, Dwi menceritakan kejadiannya bermula ketika dia bersama anak dan istrinya datang dari Jalur 14 Banyuasin ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk membeli karpet.
“Kami dari Jalur 14 Pak. Ke Palembang mau lihat ibu yang sakit, tetapi sebelum ke rumah sakit, mampir dulu ke Pasar 16 Ilir membeli karpet,” kata Dwi saat diwawancara media media.
Dwi menjelaskan, tas ransel yang berisikan uang tunai sebesar Rp38 juta dia gendong di bagian belakang. Sedangkan di bagian depan dirinya menggendong anaknya.
“Setelah pulang dari membeli karpet, kami langsung ke rumah sakit Pak. Pas mau mengambil uang itu, saya baru sadar kalau tas sudah terbuka dan uangnya tidak ada lagi,” tambah Dwi.
Dirinya berharap dengan laporan yang dibuat, aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporannya dengan menangkap pelaku. “Kami harap pelaku segera ditangkap dan uang kembali. Kami butuh uang itu,” jelas dia.
Sementara, Ka SPK Polestabes Palembang Ipda Kosasih melalui Pamapta Ipda Hendra membenarkan adanya laporan korhan terkait pencurian.
“Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang, untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” tutupnya. (DNP)

